MUI : Parpol Tak Boleh Monopoli Klaim Atas Nama Umat Islam

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018)

JAKARTA – Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan partai politik agar tidak melakukan monopoli klaim atas nama umat Islam. Hal ini menjadi perhatian khusus dari MUI dan juga muncul dalam rapat pleno MUI ke-29.

“Tidak ada perlu klaim-klaim yang bersifat monopolistik, karena jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 220 juta tersebar tak hanya di satu atau dua partai politik, namun semua partai politik,” kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Din mengatakan, parpol jangan sampai mereduksi karena akan membuat pemaknaan penyempitan jumlah umat Islam yang ada di Indonesia. “Maka pesan yang paling kuat sekali, jangan kita mereduksi jumlah umat Islam itu,” ucapnya.

MUI yakin, partai apapun, yang berbasis Islam maupun nasionalis, tetap akan memperjuangkan cita-cita Islam. Asalkan semuanya berorientasi pada pencapaian cita-cita nasional, yakni mencapai negara yang adil dan makmur, berdaulat, serta bermartabat.

“Tidak sama sekali kami mengkritik, tapi pada posisi mengingatkan bahwa umat Islam itu banyak 220 juta. Banyak yang bergabung dengan partai-partai Islam, seperti PPP, PKS, PBB dan partai berbasis Islam lainnya seperti PAN dan PKB. Tapi umat Islam juga tersebar di partai-partai lain yang tidak menggunakan nama Islam, di Golkar Hanura, Nasdem, Demokrat, PDIP dan juga partai-partai baru,” jelasnya.

Sumber: SINDONEWS

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *