Tunggu laporan, Inspektorat lanjuti kasus Kades Tanjung Rejo.

Pesawaran,INTAILAMPUNG.COM – Mengenai permasalahan Kepala Desa (Kades) Tanjung Rejo Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran Sugiono, yang didugan melakukan penggendutan kantong pribadi lewat Dana Desa (DD) dan Raskin tahun 2017. Inspektorat Pesawaran belum bisa menindak lanjuti sebelum ada laporan dari masyarakat setempat.

“Saya belum bisa stetmen mengenai permasalahan ini, sebelum ada laporan resmi dari masyarakat ke Inspektorat,” kata Kepala Badan (Kaban) Cabarasman melalui telepon selulernya, Senin (13/8/2018).

Sementara Kepala Desa (Kades) Tanjung Rejo Sugiono saat dihubungi melalui telepon selulernya mengakuinya, pembangunan saat tahun lalu sudah sesuai fungsinya masing-masing dan mengenai permasalahan raskin bisa ditanya langsung oleh aparatur desa masing-masing.

“Semua itu sudah punya fungsinya masing-masing mas bisa cek kebawah, sedangkan masalah raskin silahkan di cek keaparatur desa, terkait berapa banyak jumlah yang diterima warga,” kata Sugino

Padahal pengakuan yang dilempar terhadap masyarakat dan salah satu Kadus mengenai dugaan korupsi yang dilakukan oleh Sugiono sudah jelas, karena mulai dari pembangunan amburadul, raskin, dan BUMDES banyak yang diselewengi.

” Sekarang fisik rapat beton hanya ditimbun tanah dan dipoles oleh semen saja makanya ancur padahal Rapat Beton dikerjakan pada bulan September 2017 lalu, Raskin pada bulan 2 tahun 2017 Raskin itu sisa sampai 1 ton 3 kuintal, dan Bumdes, Bumdes itukan harus independen murni dikelola warga, namun usaha Bengkel pribadinya diatas namakan usaha Bumdes,” jelas salah satu Kadus yang enggan disebut namanya.

Selain itu dirinya juga ingin mengetahui pembangunan rabat beton sesuai rinciannya. Namun Sugiono tak dapat memberi Rencana Anggaran Biaya (Rab).

“Itu mas rabat beton yang dibangun Disini kita minta rab gak dikasih, kita tanya kenapa gak dikasih, dia (kades) jawab sudah pak Kadus gak perlu tau dan jangan ikut campur.” Ujarnya

  BPBD Pesawaran Kembali Turunkan Logistik Bantu Korban Tsunami 

“Hasilnya gak bener, kena hujan dua hari ngelotok semua mas, Beda sama bangunan kades kemaren mas lima tahun masih bagus. Ya gimana gak ngelotok rabat beton itu isinya 6 angkong pasir, 4 split, semenya cuma satu sak, kan gak masuk akal itu mas,” bebernya

Raskin sekarang ini jumlahnya dikurangi mas alasannya pemerataan, kemaren pas saya masih jabat kadus gak semua warga kebagian,” Jelasnya.

Ia juga menambahkan untuk raskin ketika ia masih menjabat Kadus stoknya cukup banyak dan cukup apabila dibagikan kepada warga namun tidak semua warga mendapatkan raskin

“pas saya masih jadi Kadus (2017) raskin itu sisanya banyak, pernah waktu itu sisa sampai 1 ton 3 kwintal lebih, gak tau dikemanakan itu raskinnya, mungkin aja dijual.” Paparnya

Akibat tidak ada keterbukaan terhadap aparat dusun, membuat sebagian besar warga kesal bahkan empat dari lima kepala dusun yang ada disana mengundurkan diri, antara lain dusun 1, dusun 2, dusun 4 dan dusun 5.

“Jadi kita semua kesal makanya 4 Kadus mundur dan untuk pengganti perangkat desa yang mundur itu kadesnya milih orang-orang yang bisa dinego-nego agar bisa membantu kades mendapatkan keuntungan beaar,” Timpalnya

“Warga disini sebenarnya sudah gak seneng dengan kades hanya saja gak ada warga yang berani untuk bicara, semua itu takut,” pungkasnya. (Al/INTAI).

dannbsp;

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *