Pemkab Lamteng Kucurkan Rp 1,2 Juta Pertahun Untuk Kesejahtraan Masyarakat Lamteng

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab-Lamteng), kucurkan bantuan oprasional sebesar Rp 1,2 juta pertahun, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Untuk kesejahtraan masyarakat Lamteng.dannbsp;

Bantuan tersebut di khususkan bagi Guru Ngaji, Marbot, Modin, Penjaga Makam (Juru Kunci Makam), Guru Pondok Pesantren dan Pengurus Rumah Ibadah Agama Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Yang di kelola melalui Bagian Kesejahtraan Masyarakat (Kesra) Kabupaten Lamteng.dannbsp;

Kasubbag Agama Kesra Lamteng Ahmad Arifin, S.Sos., mengatakan bahwa, bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Lamteng kepada masyarakat. Yang diwujudkan dengan bantuan secara langsung sebesardannbsp;Rp1,2 juta pertahunnya.

“Guru ngaji (TPA) 5 orang perkepala, Marbot 3 orang perkepala, Modin 2 orang perkepala, Penjaga Makam 1 orang. Dengan persatu orangnya mendapat Rp 1,2 juta setahun,” ucapnya.dannbsp;

Dikatakannya, mekanisme bantuan yang dilakukan berdasarkan surat keputusan nomor 450/97/Setda.I.03/2018, yang diberikan kepada setiap Kecamatan Se-Lamteng. Kemudian dari Kecamatan diminta untuk menyetorkan data nama-nama penerima bantuan.dannbsp;

“Melalui surat yang kita kirimkan untukdannbsp; pemberian bantuan, dasar itu kecamatan mengirimkan nama. Bantuan ini, seluruhnya di akomodir melalui kecamatan, atau dari usulan kecamatan melalui kampung. Yang selanjutnya kita lakukan merekap data masuk.dannbsp;Baru setelah semuanya selesai setiap kampung, maka baru di SK kan bupatidannbsp;dan kemudian kita lakukan pemberian bantuan, kepada nama-nama yang sudah di daftarkan,” ungkapnya.

Prakteknya, lanjut kata Arifin, jika bukan guru ngaji, yang masuk dalam daftar, itu mainan orang kecamatan, atau kampung. Karena kita tidak memfalidasi nama-nama yang ada. Karena ini semua usulan dari masing-masing Kecamatadannbsp; melalui kampung.

Tahun lalu sistim yang digunakan masih mengunakan tunai. Maka untuk menghindari praktek pemotongan kepada penerima bantuan, sekarang sistim pemberian bantuan dilakukam dengan non tunai.dannbsp;

  Ciptakan Lapas Layak Anak, Kepala Lapas Gunung Sugih Resmikan PLAY LAND

“Tahun ini dilakukan dengan sistim transfer, penerima bantuan di minta untuk membuat rekening Bank Lampung. Beda dengan tahun kemarin, bila tahun kemarin kita berikan secara tunai. Dengan sistim non tuani ini mudah-mudahan dapat menghindari prektek pemotongan. Karena langsung ditransfer melalui rekening yang bersangkutan,” tegasnya.dannbsp;

Yang perlu di ingat, tambah Arifin,dannbsp; penerima bantuan ini, selalu bergantian. Jadi tahun kemarin yang sudah dapat tahun ini tidak akan dapat, yang sudah dapat tahun ini, tahun depan tidak dapat. Sisitimnya diputar secara merata. Agar seluruhnya menerima bantuan.dannbsp;

“Bila dana sudah cair, maka dari Pemerintah Daerah akan memberikan informasi kepada pihak kecamatan, baik secara lisan ataupun melalui telfon,” tuntasnya. (intai).

dannbsp;

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *