Diksi Boyolali, Genderuwo dan Sontoloyo Bisa Pengaruhi Pilihan Publik

Diksi Boyolali, Genderuwo dan Sontoloyo Bisa Pengaruhi Pilihan Publik

Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai polemik diksi tersebut bisa memengaruhi masyarakat dalam memilih pasangan capres dan cawapres

JAKARTA – Belakangan ini ucapan Prabowo Subianto terkait tampang Boyolali dan politik genderuwo serta sontoloyo dari Joko Widodo (Jokowi) menjadi polemik. Kedua kubu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) itu saling serang.

Terkait hal itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai polemik diksi tersebut bisa memengaruhi masyarakat dalam memilih pasangan capres dan cawapres.

Baca Juga

“Kalau itu digoreng-goreng terus, maka akan berpengaruh. Tapi kan semua tergantung politisinya,” ujar Hendri Satrio kepada SINDOnews, Rabu (14/11/2018).

Namun, diakuinya bahwa pemungutan suara pada pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2019 masih cukup jauh waktunya. Selain itu, dia menilai model politik diksi tersebut bisa memengaruhi elektabiltas kedua pasangan capres dan cawapres.

“Kalau modelan politiknya kayak gini terus, maksudnya yang remeh temeh begini, maka ya yang terjadi akan memengaruhi elektabiltas, bukan satu orang, tapi dua-duanya,” jelasnya.

Maka itu, dia berharap agar kedua kubu, Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno bisa memulai bicara mengenai program masing-masing.

Sumber: SINDONEWS

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *