Menerka Alasan Jokowi Lontarkan Kata Sontoloyo, Genderuwo, dan Tabok

Menerka Alasan Jokowi Lontarkan Kata Sontoloyo, Genderuwo, dan Tabok

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah larut dalam perang diksi antarkontestasi Pemilu Presiden 2019.

Tokoh yang dikenal publik sebagai sosok sederhana, sabar, bersih, kini mulai mengeluarkan kata-kata antara lain genderuwo, sontoloyo, dan tabok.

Baca Juga

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, kesan Jokowi yang sederhana, bersih dan sabar telah melekat di ingatan publik sejak mantan Wali Kota Solo itu maju di Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2014.

Siti mengatakan, publik justru bertanya-tanya mengapa sang petahana akhir-akhir ini mengeluarkan diksi yang cenderung sarkartis.

“Kenapa diksi itu muncul, apakah itu memang karena refleksi dari beratnya tugas-tugas kenegaraan selama empat tahun terakhir? Atau ada tuntutan dari tim petahana untuk bergeser menjadi lebih tegas? Itu yang menjadi pertanyaan kita,” kata Siti kepada SINDOnews, Senin 26 November 2018.

(Baca juga: )

Lantas apakah perubahan ini akan memengaruhi elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019? Siti mengatakan, proses kontestasi kini tengah berjalan.

Menurut dia, selain visi dan misi kandidat capres, perkara karakter juga akan menjadi salah satu variabel yang akan dipertimbangkan oleh pemilih.

“Mau tidak mau saat kompetisi ini berlangsung, selain visi-misi, karakter calon pemimpin juga akan dinilai apakah pantas untuk memimpin di 2019 hingga lima tahun berikutnya,” kata Siti.

Belum lama ini Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalahannya terhadap penyebar fitnah dan kabar bohong (hoaks), salah satunya yang menyebutnya anggota PKI.

Setelah bersabar selama lima tahun, Jokowi gemas dengan perbuatan pelaku hoaks. Bahkan bila bertemu penyebar hoaks terhadapnya, Jokowi ingin menabok atau memukulnya.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat berbicara dalam acara pembagian sertifikat tanah kepada warga Lampung Tengah, Lampung, Jumat 23 November 2018.

  Fadli Nilai Penyebab SBY Walk Out dari Monas Jadi Pelajaran Buruk

Sumber: SINDONEWS

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *