Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Lewat gotong royong Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., tingkatkan roda perekonomian masyarakat Lamteng.
Leokman mengatakan, bahwa dengan mobilitas infrastruktur yang baik di kampung, maka akan mampu meningkatkan roda perekonomian yang baik di kampung tersebut.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Loekman yang kental dengan perogram gotong royongnya, bahu membahu bersama masyarakat memperbaiki jalan rusak penghubung antara Kampung Rukti Harjo dan Rama Murti, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng. Kamis (26/09/2019).

“Jalan yang diperbaiki sepanjang 1 km dan merupakan jalan yang selalu dilewati oleh masyarakat baik pedagang maupun para pelajar. Untuk itu, jalan ini menjadi sangat penting bagi laju perekonomian warga setempat,” ucap Loekman.
Untuk mempermudah kegiatan gotong royong, dari patauan Bupati Loekman menerjunkan dua alat berat, dan memberikan bantuan berupa material sabes untuk perbaiki jalan.
Loekman berpesan untuk seluruh warga masyarakat Seputih Raman saling bergotong-royong untuk menghadapi segala macam permasalahan yang ada. “Jangan sampai terprovokasi atau termakan isu-isu yang bisa memecah belah,” katanya.

Loekman ingin supaya warga Lampung Tengah khususnya Seputih Raman selalu hidup dengan rukun dan selalu mencerminkan budaya gotong royong.
“Jangan sampai masyarakat terpecah-belah masyarakat harus bersatu demi kemajuan Lampung Tengah untuk menjadi kabupaten terbaik di provinsi Lampung,” bebernya.
Orang nomor satu di Lamteng ini mengingatkan, bahwa tujuan dari pemerintah daerah adalah mensejahterakan masyarakat dan memberikan kenyamanan.

Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus selalu bekerja sama dalam mendukung kemajuan Lampung Tengah.
“Kita harus bersatu dan jangan terpecah belah,mari dengan bergotong royong kita jadikan Lampung Tengah semakin maju,” ujarnya.
Salah satu warga yang ikut bergotong royong, Nyoman Sian mengatakan bahwa sangat senang dengan kedatangan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto dan berharap jalan ini bisa diperbaiki karena selama ini dikenal dengan jalan mati.
“Pak Loekman mau gotong royong kami warga sangat senang harapannya semoga jalannya bisa permanen,” ujar Nyoman. (adv)












