Soal Isi Ceramah Ustaz Solmed Yang Dibawa Paslon, Loekman Minta Jangan Provokasi Masyarakat 

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Suhu politik jelang pemilihan kepala daerah di Lampung Tengah mulai terasa panas. Bupati incumbent Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., merasa gerah dengan tausyiah yang disampaikan Ustaz Soleh Mahmoed Nasution atau yang beken dengan sebutan Ustaz Solmed, saat pengajian yang digelar salah satu pasangan bakal calon.

Loekman menegaskan, dirinya tidak pernah melarang siapapun yang hendak melakukan sosialisasi.

“Saya tidak membatasi atau melarang siapapun untuk sosialisasi. Itu bagian dari demokrasi. Apalagi sampai menghalang-halangi dan mempersulit perizinannya. Monggo, silahkan. Makin banyak pilihan akan lebih baik,” kata Loekman ditemui di Omah Beguwai Jejamo Wawai (BJW), Kampung Bumimas, Kecamatan Seputihagung, Jumat (27/09/2019) .

Meski demikian, Loekman berharap isi sosialisasi yang dikemas dalam bentuk apapun, termasuk saat tausyiah pada pengajian, hendaknya menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Harapan saya sosialisasi bakal calon kepala daerah di Lampung Tengah ini, isinya menumbuhkan semangat kebersamaan. Semangat gotong-royong. Jangan justru melemparkan isu-isu yang akan berdampak memecah belah kerukunan ataupun kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Saat disinggung terkait isi dari tausyiah Ustaz Solmed yang didapat saat pengajian yang digelar salah satu pasangan bakal calon, Loekman meminta masyarakat menilai sendiri.

“Ya monggo sajalah. Masyarakat sekarang sudah pandai dan cerdas. Sudah paham dan bisa menilai. Kalau ustaz ceramah bagaimana, pasti lebih paham. Tapi baiknya kan menggunakan bahasa yang santun. Masak bupati disamakan dengan kulkas. Tidak perlu komentar soal itu saya. Jika dia memang ustaz, sewajarnya nggak usahlah ikut-ikutan urusan pemerintahan dan politik,” ungkapnya.

Termasuk, lanjut Loekman, bicara soal anggaran pemerintah daerah yang mencapai Rp 2,7 triliun. Menurut Loekman, dengan mengatakan hal itu, justru akan menurunkan kualitas ustaz yang bersangkutan.

  Aniaya Jurnalis Saat Meliput, Oknum Aparat Kampung Rejo Sari Dilaporkan Ke Polisi

“Dia (Ustaz Solmed, Red) tidak tahu Rp 2,7 triliun itu untuk komponen apa saja. Nggak usahlah sejelek-jelekan. Saya juga punya kok. Tapi, saya tidak mau menjelekkan atau membuka aib orang lain. Tapi kalau dipaksa, ya namanya dipaksa. Sekali lagi, saya nggak mau membuka aib orang dan menilai kerja orang,” tegasnya.

Adik kandung Jaksa Agung Prasetyo ini juga mengatakan, setiap sosialisasi yang dilakukannya, hanya menyodorkan dan menawarkan program kerja kepada masyarakat.

“Saya sodorkan program kerja. Saya akan kerjakan pada masa mendatang. Saya juga tidak pernah mau berjanji sesuatu. Tapi kalau saya punya kesempatan atau kemampuan akan berbuat, ya akan berbuat,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Bandarlampung ini bahkan membenarkan soal ucapannya yang mengatakan Ustaz Solmed itu celometan.

“Ya, memang celometan. Bicara tanpa fakta. Faktanya tak ada disampaikan. Kalau ada yang tidak senang dengan ucapan saya yang mengatakan Ustaz Solmed celometan dan mau melapor, silahkan. Kan jelas kalau kayak gitu celometan. Kalau saya mau menempuh jalur hukum, saya juga punya hak loh. Dia (Ustaz Solmed, Red) memprovokasi masyarakat. Penghasutan namanya. Coba bayangkan kalau masyarakat yang ngga paham dan menanggapi anggaran Rp 2,7 triliun, itu menyesatkan,” tandasnya. (tim/intai).

Baca Juga

LAINNYA