KWH Tak Kunjung Keluar, PLN Rayon Menggala Beralasan, Masyarakat Akan Laporkan ke DPRD

MESUJI, INTAILAMPUNG.COM – Sebanyak (35) Kepala Keluarga Masarakat Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, kembali menuntut pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Menggala, agar segera mengeluarkan Kilo Watt Hour (KWH) milik meraka.

Pasalnya dari 215 unit KWH yang seharusnya sudah di keluarkan pihak PLN untuk Desa Muara Mas pada tanggal 08 November 2019 lalu itu hanya di kirim sebanyak 180 unit saja, sementara untuk KWH sisanya sebanyak 35 unit itu di tahan oleh pihak PLN dengan alasan yang tidak jelas.

Salah seorang masyarakat setempat yang KWH nya belum di keluarkan oleh pihak PLN Tumirun (40) menjelaskan, bahwa dirinya bersama dengan 34 masarakat lainnya akan terus menuntut pihak PLN agar mengeluarkan KWH milik mereka yang di tahan oleh pihak PLN, dan pihaknya juga akan melaporkan masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, karena masarakat sudah lebih dari satu bulan menahan sabar dan menunggu KWH tersebut, akan tetapi tidak juga keluar.

“Kami sebagian masarakat Muara Mas kecewa dengan sistem yang di terapkan oleh pihak  PLN. Kalau dalam waktu dekat pihak PLN tidak nengeluarkan KWH kami maka kami akan laporkan masalah ini ke DPRD setempat. Karena kami masarakat sudah benar-benar merasa di bodohi. Yang lebih membuat  kami bingung lagi adalah mengapa kami hanya di beri selembar kertas saja di dalam kertas tersebut bertuliskan “TOKEN PREPAID” dan ada nama – nama kami serta banyak sekali tulisan nomor – nomor yang ditulis secara acak dan kebanyakan orang menyebut itu adalah nomer TOKEN,” jelas Tumirun.

Di hubungi via telpon celularnya Managar Rayon (Menran) Menggala Firman membenarkan, kejadian tersebut. Karena Menurut Firman KWH yang sempat masuk ke Desa Muara Mas pada saat itu bukan untuk wilayah Muara Mas Mesuji, melainkan milik wilayah lain. Sehingga itu, dibawa kembali ke kantor PLN dan saat ini pihak Rayon Menggala sedang berusaha secepat mungkin untuk mengeluarkan KWH yang asli milik masarakat Muara Mas tersebut.

  Kekosongan Cawabup Mesuji Belum Direspon Bupati Sapli, Ada Apa ?

“Kita dari PLN bukan menahan KWH milik masarakat Desa Muara Mas sebanyak 35 unit itu. Melainkan kita malah sebaliknya akan membantu masarakat karena perlu di ketahui 35 unit KWH yang dibawa kembali ke kantor PLN pada saat itu adalah bukan KWH milik desa Muara Mas. Sehingga kita tarik kembali dan di bawa ke kantor rayon. Saat ini kita sedang upayakan secepat nya agar KWH milik masarakat muara mas  itu bisa keluar dan tidak ada masalah di kemudian hari nya nanti,” jelas firman. (khadaffi)