Tanggkal Virus Corona, Anggota DPRD Provinsi Budi dengan Minum Jahe


Anggota DPRD Lampung Budi Yuhanda


Bandar Lampung, Intailampung.com-
Masih belum adanya vaksin atau obat dalam penanganan virus corona. Anggota DPRD Provinsi Lampung Budi Yuhanda mengajak masyarakat untuk memanfaatkan hasil rempah-rempah untuk menangkal virus tersebut. Salah satunya Jahe.

Anggota Fraksi NasDem mengajak masyarakat untuk dapat hidup sehat. Apalagi, pemerintah saat ini sedang berjuang keras mengatasi COVID-19, untuk itu masyarakat juga berusaha menangkalnya. Ini sesuai harapan bahwa virus ini sebagai persoalan global yang mengatasi dan menangkalnya membutuhkan kerja keras bersama.

Untuk itu, adik kandung Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elfianah Khamami ini bahkan punya cara sendiri dalam menjaga daya tubuh agar selalu tetap prima. Yakni dengan minum jahe dan ditambah air peresan jeruk nipis.

Kata dia, minuman tersebut dipercaya memberikan banyak manfaat tak terduga bagi kesehatan tubuh dan kulit. “Waktu Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) saat corona terjadi saya memberikan jahe kepada masyarakat Mesuji. Pembagian ini bahkan disambut antusias oleh masyarakat,” kata Budi, Rabu (6/5/2020) di Kantor DPRD Lampung.

Apalagi dengan adanya kemasan ‘Jae Jass’, yang dibuat masyarakat, tentu itu adalah kreatif dan inovasi. Masyarakat tinggal mensajikan langsung sesuai keinginannya.

“Apalagi jahe dipercaya dapat menangkal virus. Informasinya karena selama darah kita panas, akan sulit untuk tertular,” demikian kata Budi.

Bahkan, khasiat jamu untuk corona sebelumnya telah dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi untuk menangkal corona. Minuman tersebut berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh mencegah tertular virus corona.

“Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe merah, serai, kunyit saya campur, saya minum hanya pagi. Sekarang karena ada corona saya minumnya pagi, siang, malam,” kata Jokowi saat membuka Munas HKTI IX di Istana Negara, Jakarta.

Dilansir dari kumparan.com, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mendukung pengembangan obat herbal seperti jamu jadi alternatif obat corona. Saat ini kata dia sejumlah uji klinis sudah dilakukan untuk merealisasikan kemungkinan itu.

“Kaitkan dengan obat herbal atau modern asli Indonesia, kami sangat mendukung, itu sangat terkait dengan sinergi sebelum kita hadapi pandemi ini. Kami mendorong untuk obat modern asli Indonesia apakah itu jamu terus berkembang, dikaitkan dengan sekarang, ada COVID-19,” kata Penny saat Rapat virtual dengan Komisi IX.

BPOM saat ini tengah fokus dalam pengembangan penelitian obat herbal sebagai alternatif obat untuk corona. Beberapa sampel telah dites di beberapa rumah sakit yang merawat pasien corona.

“Kami sedang mendampingi beberapa penelitian herbal, melakukan uji klinis. Kemudian dari validasi tentunya sebagai obat herbal sudah dilaksanakan oleh LIPI, UGM dan akan dilaksanakan di RS darurat, RS Wisma Atlet dan RS rujukan lainnya (seperti) persahabatan dan sebagainya,” lanjut Penny.

“Untuk jahe merah, temulawak, jambu merah itu produk-produk yang sudah dapat izin edar sebagai jamu atau herbal berstandar. Sekarang ini meningkat kualitasnya menjadi fitofarmaka atau obat modern asli Indonesia,” kata dia. (R)

Baca Juga

LAINNYA