Ditengah Serangan Wabah Corona, DPRD Kota Bandar Lampung Malah Diserbu Cleaning Service Titipan Wakil Rakyat

INTAILAMPUNG.COM- Di tengah kondisi keungan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang lagi defisit ditambah wabah pandemi covid -19 yang menyerang hampir semua negara, seharusnya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

Namun ternyata ini tidak berlaku bagi pemerintah Kota Bandar Lampung. Dimana Sekretariat DPRD Kota Bandar Lampung malah menambah puluhan tenaga kerja sukarela atau cleaning service di lingkungan sekretariat DPRD Kota Bandar Lampung.

Tenaga honorer atau kontrak yang diterima jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai lebih dari 50 orang. Mereka diterima mulai bekerja dalam dua gelombang, yakni pada Mei dan Juni 2020. Tentunya penambahaan tenaga cleaning service ini menambah beban anggaran bagi pemerintah.

Bayangkan jika satu tenaga cleaning service harus digaji sebesar Rp 1,2 juta perbulan maka dengan 50 lebih tenaga cleaning service tersebut pemkot Bandar Lampung harus mengeluarkan anggaran mencapai sekitar Rp 60 juta rupiah.
Dari penelusuran Intailampung.com, diketahui para tenaga cleaning service bukanlah cleaning service sesuguhnya, karena pekerjaan mereka sebenarnya bukan cleaning service tapi sebagai staf, bahkan tak jarang mereka tidak memiliki pekerjaan, alias hanya datang duduk diam dan pulang.

Dari beberapa tenaga cleaning service yang diminta komentarnya mereka tak mau banyak bicara, dan terkesan tertutup. “Ya kita Cuma kerja aja kok disini,” ujar salahsatu tenaga cleaning service yang diwawancara.

Dari infromasi yang dihimpun para tenaga cleaning serice tersebut diketahui mayoritas titipan para anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode lalu. Bahkan yang mengejutkan ada beberapa diantaranya diterima bekerja di DPRD tidak gratis alias menggunakan uang.

Jumlahnya pun cukup fantastis berkisar puluhan juta rupiah. “Kalau pakai uang sudah pasti mas, mana ada yang gratis, mereka setor sama anggota dewan yang bawa, yang baru juga ada anak anggota dewan yang dulu, ada saudaranya, disini sudah turun temurun, kadang suami istri kerja disini, semua pakai uang gak ada yang gratis,” kata salahsatu pegawai honor yang minta namanya dirahasiakan.
Pegawai honor yang sudah tahunan mengabdi di DPRD ini mengaku, kebanyakan pegawai yang baru masuk itu merupakan bawaaan anggota DPRD. “Rata-rata itu punya anggota dewan, kita juga kadang bingung, disini kan gak banyak kerjaaan, tapi pegawainya malah yang kebanyakan, liat aja kadang kerjanya kita cuma absen terus pulang datang sore absen lagi, ada juga yang gak pernah masuk kadang sebulan sekali aja, kalau gak percaya dicekin aja,” pungkasnya.

  Partai Rebuplik Sumbang Suara Ke Ridho-Bachtiar

Menanggapi itu, Kepala Bagian Humas DPRD Kota Bandar Lampung Aprozi membenarkan jika memang ada pegawai cleaning service yang berkerja di DPRD Kota. “SK mereka dari Walikota Bandar Lampung dan ditempatkan di DPRD Kota, mereka kerjanya bersihin kantor dan halaman rumput,” jelas Aprozi.

Aprozi membantah jika cleaning serivece yang berkerja juga sebagai staf. “Tidak ada. Dia hanya membantu saja. Bukan sebagai administrasi. Ya, dimanfaatkan tenaganya, misalnya diperbantukan seperti memfotocopi,” tutur Aprozi.

Saat didesak adanya titipan wakil rakyat, Aprozi mengaku tak memahami, sebab SK tersebut dikeluarkan oleh Walikota langsung. “Permohonan dari Walikota, cuma penempatanya di dewan, kita juga (Humas) tidak tahu proses recruitment. Yang jelas semua penambahan bukan kita itu dari Umum (Bagian Umum),” tutup Aprozi. (Bom)

Baca Juga

LAINNYA