Media Kritis di Putus Kontrak, Kebijakan Diskominfo Lemteng Bisa Timbulkan Image Buruk Bagi Pemkab Lamteng

INTAILAMPUNG.COM – Sejumlah media yang kritis dan dinilai tidak pro terhadap pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dalam pemberitaan, dilakukan pemutusan Memorandum Of Understanding (MoU) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Tengah.

Jelas ini menandakan bahwa Pemkab. Lamteng di era Kepemimpinan Bupati Musa Ahmad dan dr. Ardito Wijaya menjadi era pemerintah yang anti krtitik. Dan ini akan jadi berbahaya. Sebab akan menimbulkan pemerintah yang otoriter.

Hal tersebut diperjelas oleh statemen Kapala Bidang (Kabid) III Diskominfo Lamteng Samsu Rizal. Ia mengatakan bahwa, terkait dengan media-media yang sebelumnya kerjasama dengan Diskominfo Lamteng, namun pemberitaan yang tidak sejalan dengan keinginan Diskominfo/Pemerintah Daerah Lampung Tengah di putus kontrak.

“Kontrak dengan media-media yang ada aja lah. Yang jelas kerjasama dengan media yang gak nganeh-nganeh (aneh-aneh-red). Sudah Kerjasama, sudah itu malah mukul (Berita Ktitik-red),” ucapnya.

Samsul Rizal juga mengatakan, bahwa pemutusan kontrak yang dilakukan diskominfo Lamteng terhadap media media yang sifatnya kritis terhadap Pemkab Lamteng atas perintah Kepala Dinas Kominfo Lamteng Rosidi.

“Ya, seperti itulah pak kadis gak mau kerjasama dengan media media seperti itu. Kita dapat perintah kayak gitu,” terangnya.

Dia juga mengatakan, bahwa terkait pemutusan kontrak tersebut, bukan hanya dilihat dari medianya namun juga personalnya. “Yang jelas di Cut (putus-red) semua media-media yang terkait dengan personalnya yang memberitakan Pemkab Lamteng diputus kontrak semua,” tuntasnya.

Sementara Aswin Siregar yang merupakan kepala biro dari Lampung News Paper (Radar Grup) yang medianya juga diputus MoU-nya dengan Diskominfo Lamteng angkat bicara.

Ia menilai, apa yang dilakukan Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Lamteng merupakan kebijakan yang malah akan merusak citra Pemkab Lamteng di masa kepemimpinan Bupati Musa Ahmad dan dr. Ardito Wijaya. Sebab, lanjutnya, Masyarakat akan menilai jika di kepemimpinan Musa dan Ardito menjadi Pemerintah yang anti kritik.

  FSM2 Dikukuhkan, Bupati Loekman Ajak Bangun Lamteng

“Kritik sangat diperlukan oleh pemerintah, sebab, itu merupakan kontrol bagi mereka. Ini akan berbahaya jika pemerintah anti kritik. Maka dipemerintahan Musa, Ardito akan menjadi pemerintahan yang otoriter,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, kebijakan yang dilakukan Kadis Kominfo Lamteng agar dirubah, sehingga tidak menimbulkan image yang buruk bagi pemerintah di era Musa dan Ardito.

“Saya minta cepat diperbaiki. Agar tidak menimbulkan kegaduhan dikalangan jurnalis dan masyarakat. Bahaya pemerintah anti kritik seperti ini,” pungkasnya. (red)