INTAILAMPUNG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus bergulir, sampai dengan saat ini.
Menutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamteng Dr. Nur Rohman, SE, M,Sos.l., program MBG sudah menjangkau hampir 70 persen seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Beguwai Jejamo Wawai.
“Dapat kami simpulkan hingga November 2025 ini, program MBG sudah menjangkau hampir 70 persen sekolah di Lamteng,” jelasnya, Kamis, (13/11/2025).
Nur Rohman mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terkait dengan program MBG yang sudah berlangsung saat ini.
“Sepanjang program MBG ini masih terus berjalan, saya akan turut melakukan pemantauan seberapa masif program ini terlaksana,” ucapnya.
Tak hanya itu, Nur Rohman juga menyampaikan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Lamteng dalam pengawasan program MBG yang berlangsung saat ini.
“Kami dari Disdikbud join visit bersama Kejaksaan Negeri Lampung Tengah ke sekolah-sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMK/SMK untuk melihat seberapa efektif program ini berjalan,” kata Nur Rohman.
Dalam pelaksanaannya, lanjut kata Nur Rohman, Disdikbud mencatat ada beberapa wilayah yang harus mendapat intervensi untuk evaluasi supaya berjalan lebih baik lagi.
Seperti di wilayah Kecamatan Selagai Lingga, Pubian, atau wilayah pinggir bagian barat dan timur Lampung Tengah yang perlu diatensi soal kelancaran distribusi makan siang bergizi supaya tersalurkan dengan baik.
Nur Rohman meyakini dengan kinerja yang sudah berjalan saat ini, pelayanan pemenuhan gizi untuk anak sekolah bisa mencapai 100 persen di akhir tahun 2025.
Secara umum, kata dia, program makan siang bergizi ini bermanfaat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar anak sekolah.
“Manfaat MBG selain menghemat uang siswa untuk membeli jajan, makanan bergizi yang diberikan juga bisa meningkatkan fokus dalam belajar,” ujarnya.
Setiap kecamatan menyalurkan MBG ke seluruh sekolah secara merata di berbagai jenjang.
Di Kecamatan Kalirejo, yang menjadi awal program MBG di Lampung Tengah, ada 15 sekolah yang dilayani. Total ada 3.464 porsi MBG, mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA.
Di SMAN 1 Kalirejo, ada 961 porsi MBG untuk kelas 10 sampai kelas 12. Kemudian SMAN 1 Punggur menerima MBG untuk 1.009 siswa.
SPPG di wilayah Kecamatan Way Pengubuan memenuhi kebutuhan MBG sebanyak 2.672 porsi. SPPG di Kecamatan Way Pengubuan mendistribusikan MBG untuk 16 sekolah.
“Kemudian sekitar 3.500 siswa di Kecamatan Seputih Raman juga sudah menerima program MBG,” ujar dia.
Selain manfaat untuk para siswa, kami juga mengapresiasi bahwa dapur MBG bisa menyerap puluhan tenaga kerja dengan upah sesuai UMR,” ujar dia. (red)












