Beni Wibisono : Sekolah Terbaik Ajarkan Arti Penderitaan

INTAILAMPUNG.COM – Sekretaris Komisi lV DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Victorius Beni Wibisono, menyebut sekolah terbaik adalah sekolah penderitaan. Ungkapan itu di sampaikannya, saat menjadi tamu Podcast di Radio Pemerintah Daerah, (Rapemda), beberapa waktu lalu.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini menyebut sekolah terbaik adalah sekolah penderitaan. Sebenarnya hal itu merupakan metafora yang menekankan bahwa pengalaman hidup yang sulit, tantangan, dan kegagalan seringkali menjadi guru paling efektif dalam membentuk karakter, ketahanan, dan kedewasaan seseorang. Dan, makna keberhasilan sejati sering kali ditempa melalui ujian hidup.

“Penderitaan membentuk empati, penderitaan membentuk jiwa kemanusiaan, penderitaan membentuk sisi manusiawi seseorang dalam memahami orang lain,” kata Beni, Jum’at (6/3/2026).

Beni, mengumpamakan penderitaan adalah duka, namun bagi sebagian orang, penderitaan membentuk seseorang menjadi seutuh-utuhnya manusia. Sisi bijak seseorang sering kali lahir dari penderitaan, yang di tempa dalam menjalani hidup.

Namun, perjuangan dalam hidup bukan sekedar penderitaan saja.
Banyak orang beranggapan bahwa sekolah terbaik di dunia adalah yang memiliki fasilitas mewah, guru berkualitas, dan kurikulum internasional.

Namun, ada satu sekolah yang lebih hebat dari itu semua. Dia adalah sekolah yang tidak membutuhkan gedung tinggi atau laboratorium canggih.Sekolah yang tidak bisa dimasuki dengan uang, tetapi dengan pengalaman. Namanya adalah “Sekolah Penderitaan”

“Di sekolah ini, tidak ada guru yang mengajarkan teori dengan kata-kata. Tidak ada buku teks yang bisa dibaca untuk memahami isinya. Satu-satunya cara untuk lulus adalah dengan merasakan, mengalami, dan bertahan,” tutur Beni.

Lulus dari sekolah ini tidak berarti mendapatkan ijazah, tetapi mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: Empati dan kebijaksanaan, dimana empati Tidak Bisa Diajarkan, Tetapi Harus Dirasakan”

  Kepsek Wiratno Apresiasi 7 Guru MAN 1 Lamteng Lulus PPG Batch IV Tahun 2025

“Dari sekolah penderitaan itulah, yang kemudian membentuk karakter kita. Pengalaman sulit mengajarkan kerendahan hati, kesabaran, dan keteguhan hati. Dan itu, menjadi pembelajaran berharga bagi saya,” gumamnya.

Kegagalan dan kesulitan sering memberikan pelajaran hidup yang tidak diajarkan di ruang kelas formal. Itu akan menjadi ketahanan, dan kemampuan untuk kita bangkit dari situasi terpuruk, dan membuat seseorang menjadi lebih kuat dan tangguh menghadapi masa depannya.

“Artinya, keberhasilan yang diraih setelah perjuangan keras, akan terasa lebih bermakna dan berharga. Disini, saya hanya memotivasi para pelajar, dimana sekolah idealnya adalah lingkungan aman dan suportif yang mendukung perkembangan mental, karakter, dan minat bakat para siswa,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *