Terjadi Keributan Antar Warga di Tanggamus, Sebut Mobil Ambulan di Pekon Ampai Tak Bisa Digunakan, Joni Beri Kelarifikasi

INTAILAMPUNG.COM – Beredar video yang merekam aksi puluhan warga melakukan protes didepan rumah Joni Saputra Kepala Pekon Ampai, Kecamatan Limau. Kubupaten Tanggamus.

Dalam keterangan video yang berdurasi satu menit dua puluh detik itu, nampak warga yang kesal dan emosi meluapkan kekesalannya kepada salah satu keluarga Kepala Pekon Ampai yang sengaja tidak meminjamkan mobil ambulan untuk membawa warga Pekon Banjar Agung yang terluka akibat terkena sabetan senjata tajam.

“Ini nih pak Kapolres nih, kelakuan Kepala Pekon Ampai nih, ada yang berantem sesama golok terus mau pinjem ambulan Pekon gak boleh pak dari keluarganya si Kepala Pekon pak,” ujar perekam video.

Perekam video yang belum diketahui identitasnya itu mempertanyakan sikap keluarga Joni Saputra yang tidak meminjamkan mobil ambulan. Padahal menurutnya, ambulan tersebut sangat dibutuhkan lantaran korban hampir meninggal dunia.

Dia pun tidak sungkan meminta perhatian dari Inspektorat, Kapolres dan Kejari Tanggamua agar mengetahui hal ini.

“Hampir setengah mati orangnya ini. Inspektorat Tanggamus, Kejaksaan Tanggamus nih. Mobil Pekon Ambulan tidak bisa dipinjam, sedangkan ini masih ada keributan,” sergahnya.

Diakhir video, dia menjelaskan mobil ambulan milik Pekon Banjar Agung saat itu mengalami kendala sehingga tidak bisa dikendarai. Salah satu solusi untuk menyelamatkan korban yakni dengan meminjam mobil ambulan terdekat di Pekon Ampai.

“Memang benar ini bukan warga dia (Pekon Ampai) pak, ini tetangga Pekon nya. Karena mobil Ambulan Pekon Banjar Agung masih ada kendala, sehingga dialihkan minjam di Pekon Ampai. Namun tidak boleh oleh adik kandung Kepala Pekon Joni Saputra pak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Pekon Ampai Joni Saputra dikonfirmasi terkait video tersebut mengaku geram lantaran ada tudingan miring yang dialamatkan kepadanya.

  Target PAD Tanggamus Rp4,5 Miliar 2023 Tak Terealisasi, Hanya Tercapai Rp3,2 Miliar

Dijelaskan Joni, dirinya sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut karena pada saat kejadian sedang berada di RS.Mitra Husada, Pringsewu.

“Saya tidak tau mengenai keributan itu, apalagi soal pinjam meminjam ambulan. Saya baru pulang dari RS Mitra Husada,” ujar Joni, (28/5).

Dirinya pun merasa tidak pernah dihubungi oleh siapa pun perihal penggunaan mobil ambulan.

Joni mengaku kesal lantaran ada yang menuding dirinya yang bukan-bukan.

“Coba tanya sama yang membuat video itu, apa maksud dia menyebut nama saya. Karena saya merasa tidak ada yang datang menemui saya untuk meminjam ambulan,” cetus Joni.

Menurut dia, selama ini mobil ambulan milik Pekon Ampai terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan.

Kalaupun ada warga Pekon Ampai atau lainnya yang membutuhkan ambulan, dia meminta untuk langsung menghubungi Sulhan, sopir ambulan Pekon Ampai.

“1×27 jam mobil ambulan itu siap digunakan khususnya warga Pekon Ampai. Selagi memang ambulan ada.Kalaupun ambulan itu tidak terpakai, maka bagi warga diluar Pekon Ampai bebas menggunakannya. Silahkan hubungi sopirnya Sulhan atau langsung ke saya sendiri,” pungkasnya. (Denny).