Ket, Foto: Ketua Komisi II DPRD Tanggamus Bunyamin.
INTAILAMPUNG.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus akan memanggil Direksi PT.Aneka Usaha Tanggamus Jaya (AUTJ) untuk hearing guna menanyakan penyebab pasti kolapsnya perusahaan plat merah tersebut.
“Kami akan panggil Direktur, untuk mengkonfirmasi seperti apa masalahnya sehingga perusahaan itu bisa kolaps. Kalau dalam waktu dekat ini belum bisa, paling sekitar tanggal 23 atau 24 bulan ini,” ujar Bunyamin, Ketua Komisi II DPRD Tanggamus, Kamis (13/06).
Menurut dia, sangat mengherankan apabila perusahaan plat merah tersebut sampai tutup dan merugi.
Sebab, selain memproduksi air mineral dalam kemasan Wayku, PT.AUTJ juga memiliki unit usaha stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) yang penjualan bahan bakar minyak (BBM) nya kerap terjual habis.
“Kalau secara pemikiran kita,bensin datang ke SPBU kita jual kan untung. Begitu juga dengan Wayku, dikemas jual untung. Tapi, kita belum tahu masalah seperti apa yang sebenarnya,” kata Bunyamin.
Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya pernah melakukan hearing Direksi AUTJ tahun 2023 lalu. Dari situ diketahui bahwa penjualan BBM mendapatkan surplus.
Sayangnya, keuntungan yang diperoleh untuk menutup kerugian air mineral Wayku.
Ditambahkan Anggota Komisi II Didik Setiawan yang menyoroti soal adanya warisan kerugian sebesar Rp.2 milyar yang dibebankan ke Direksi AUTJ saat ini,menurut dia semestinya permasalahan itu sudah dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Kalau masalah hutang yang dibebankan ke Direktur baru ini,tentu ini sudah dibahas ketika RUPS sebelumnya. Nah, penyelesaiannya bagaimana, itu tentu ada roadmapnya, blue print nya,” ujar Didik.
Oleh sebab itu, menurut Didik dengan dilakukannya hearing pihaknya nya akan mengetahui secara pasti duduk persoalan dan permasalahan apa yang sebenarnya terjadi pada AUTJ.
“Tentu ada masalah-masalah teknis yang dialami AUTJ. Apakah itu kendalanya tentang permodalan, perizinan atau teknis untuk produksi atau teknis pendistribusian. Itu akan kita perdalam. Apakah tutupnya itu masalah hutang atau ada hal-hal lain,” pungkas Didik. (Denny)







