INTAILAMPUNG.COM – Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Tanggamus menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan keputusan nomor 167 tahun 2024 tentang fleksibilitas harga pembelian gabah dan beras.
Dalam aturan terbaru itu, harga kedua komoditi tersebut diketahui merangsek naik dari harga yang telah ditetapkan sebelumnya. Alhasil, keputusan Bapanas ini tentu akan membuat petani sumringah.
“Ya, memang Bapanas sudah mengeluarkan aturan terbaru yang mana terjadi kenaikan harga gabah dan beras untuk kualitas medium dan premium,” kata Kepala DKPTPH Catur Agus Dewanto,senin (1/7).
Dijelaskan Catur, berdasarkan aturan keputusan kepala Bapanas tersebut, harga pembelian pemerintah (HPP) di petani untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 5 ribu perkilo. Kemudian, untuk fleksibilitas harga pembelian sebesar Rp 6 ribu perkilo.
Kemudian, untuk HPP gabah kering giling (GKG) di gudang Perum Bulog sebesar Rp.6300 perkilo. Fleksibilitas harga pembelian sebesar Rp 7.400 perkilo.
Sementara, HPP beras di gudang Bulog sebesar Rp 9.950 perkilo dan Fleksibilitas harga pembelian sebesar Rp 11.000 perkilo.
“Untuk harga gabah itu memang ada standarnya, ada gabah kering panen dan gabah kering giling. Masing-masing sudah ada patokan harganya dari Bapanas,” ujarnya.
Dijelaskan Catur, harga gabah di tiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus tidak sama, terdapat perbedaan selisih harga tergantung kualitas gabah itu sendiri.
Namun, dirinya mengklaim bahwa harga yang ditetapkan Bapanas jauh lebih tinggi ketimbang harga yang ada dipasaran.
“Benar, harga gabah di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus memang tidak sama, cenderung berbeda-beda. Tapi karena sudah ada patokan harga dari Bapanas, ada kecenderungan sekarang malah harga yang ada di tiap Kecamatan itu lebih rendah dari harga Bapanas,” ungkapnya.
Dirinya menerangkan, seiring dengan naiknya harga gabah, tentu saja mempengaruhi harga beras dipasarkan.
Dia berharap agar harga beras dipasaran yang ada di Tanggamus untuk bulan Juli ini dapat menyamai dengan harga pada bulan Mei sebelumnya, yang cenderung harganya tidak terlampau tinggi.
Kalaupun nantinya, harga beras di periode Juli ini tinggi, maka dia mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan operasi pasar melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
“Kalau di bulan Juli ini harga beras tinggi, maka kami akan melakukan operasi pasar bersama Bulog dan tim TPID,” ungkapnya.
Adapun untuk ketersediaan komoditi beras selama bulan Juli ini, dirinya menjamin bahwa stok beras di Kabupaten Tanggamus masih mencukupi.
“Untuk stok kebutuhan komoditi beras selama bulan Juli ini, kami memprediksi ketersediaan beras lokal yang ada sebanyak 35.890 ton. Sementara, kebutuhan hanya 5117 ton. Aman, terlebih lagi kedepan ini masih banyak lagi yang akan panen,” pungkas Catur. (Denny)







