Wakil Ketua DPRD Tanggamus Menanyakan Izin KPK Dalam Penambahan Rombel SMP Negeri 1 Kotaagung, Ini Jawaban Kadis Pendidikan

INTAILAMPUNG.COM-Kebijakan Pj.Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan yang menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Tanggamus untuk mengadakan tambahan sebanyak 1 rombongan belajar (Rombel) di SMP Negeri 1 Kotaagung dipersoalkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus Irwandi Suralaga.

Terlebih,seluruh peserta didik dalam rombel tersebut berasal dari peserta jalur zonasi.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyesalkan sikap Pj.Bupati Tanggamus yang seakan lebih mementingkan peserta dari jalur zonasi ketimbang peserta dari jalur afirmasi dan prestasi.

“Kenapa hanya siswa dari jalur zonasi yang dipilih,kenapa tidak dibagi dengan siswa dari jalur afirmasi dan prestasi,”ujar Irwandi.

Menurut Irwandi,semestinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dan Disdik dapat berlaku adil dengan menyertakan calon siswa dari jalur afirmasi dan prestasi dalam penambahan rombel tersebut.

Baca Juga

“Apa harus demo dulu,biar siswa dari jalur afirmasi dan prestasi juga diterima seperti siswa dari jalur zonasi,”sergahnya.

Dirinya juga mempertanyakan apakah penambahan rombel ini sudah mendapat persetujuan sebelumnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Apakah penambahan rombel ini sudah mendapat persetujuan KPK ?,”kata Irwandi.

Irwandi mengingatkan agar Disdik semestinya berkoordinasi terlebih dahulu dengan KPK sebelum mengambil keputusan untuk penambahan rombel tersebut.

“Apakah sudah koordinas dengan KPK ? Jangan sampai ada masalah kedepannya,”tandasnya.

Terpisah,Kepala Disdik Tanggamus Yadi Mulyadi mengatakan bahwa kebijakan untuk menambah rombel di SMP Negeri 1 Kotaagung merupakan permintaan para orangtua calon siswa yang menuntut secara langsung kepada Pj.Bupati Tanggamus agar dapat mengakomodir para peserta didik yang tidak lulus seleksi PPDB.

“Perwakilan calon siswa datang ke pak Pj.Bupati dirumah Dinas Bupati menyampaikan keinginannya agar anak mereka dapat bersekolah di SMP Negeri 1 Kotaagung.Kemudian pak Pj.Bupati menyarankan adanya tambahan satu rombel bagi peserta didik yang yang belum terakomodir di SMP Negeri 1 Kotaagung,” kata Yadi Mulyadi.

  Rekrutmen Panwascam Talang Padang Diduga Terindikasi Praktik Nepotisme

Mulanya,lanjut dia berdasarkan pemetaan PPDB tahun ajaran 2024/2025, rombel SMP Negeri 1 Kotaagung hanya dipatok sebanyak 6 rombel. Namun,akibat banyaknya desakan dari orangtua calon siswa sehingga Pemkab Tanggamus mengambil kebijakan untuk menambah satu rombel lagi. Sehingga rombel yang ada di SMP Negeri 1 Kotaagung saat ini menjadi 7 rombel.

“Ya,ini karena penambahan rombel ini kan tuntutan untuk kebutuhan masyarakat.Mereka kan masyarakat Tanggamus juga yang menuntut agar anaknya bisa bersekolah disitu,”ujarnya.

Disinggung soal belum adanya persetujuan KPK,dirinya mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera berkoordinasi dengan KPK.

“Ya,nanti kami akan segera berkoordinasi dengan KPK,” pungkas Yadi Mulyadi. (Denny)

LAINNYA