INTAILAMPUNG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Tengah menggandeng Rumah Sakit Umum Mitra Mulia Husada (RSU-MMH) dalam upaya meningkatkan mutu pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bayi baru lahir.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Data Reject Sampel SHK yang digelar di RSU-MMH, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh penanggung jawab program SHK dari berbagai puskesmas serta rumah sakit yang tergabung dalam jejaring pelayanan kesehatan di Kabupaten Lampung Tengah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Tengah, Sopyan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengevaluasi penyebab tingginya spesimen yang ditolak (reject), mengidentifikasi kendala dalam proses pengambilan, penanganan, hingga pengiriman sampel, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan agar kualitas spesimen yang dikirim memenuhi standar laboratorium.

Menurutnya, Skrining Hipotiroid Kongenital merupakan pemeriksaan yang sangat penting bagi setiap bayi baru lahir untuk mendeteksi secara dini kekurangan hormon tiroid. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen.
“Mari bersama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bayi baru lahir demi mewujudkan generasi Lampung Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Sopyan.
Sementara itu, Direktur RSU Mitra Mulia Husada, dr. Wendy Mochamad Ramadhan, mengatakan bahwa penyelenggaraan Monev SHK di RSU-MMH merupakan wujud sinergi antara rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.
Menurut Wendy, program SHK merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak dini melalui deteksi awal terhadap gangguan hipotiroid kongenital.

Ia menambahkan, RSU-MMH dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan bukan hanya karena letaknya yang strategis di tengah wilayah Lampung Tengah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penghubung yang memperkuat koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen mendukung penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan program SHK di Lampung Tengah, mulai dari pelayanan pemeriksaan hingga penanganan bayi yang membutuhkan tindak lanjut,” kata Wendy.
Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Lampung Tengah memberikan apresiasi terhadap kesiapan tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan yang dimiliki RSU-MMH.
“Alhamdulillah, Dinas Kesehatan mengapresiasi program pelayanan kesehatan yang kami miliki, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kesiapan fasilitas. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Ke depan, RSU Mitra Mulia Husada menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Lampung Tengah. (red)












