Bupati Loekman Pikirkan Nasib Kesejahtraan Guru Non PNS di Lamteng

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., duduk melamun di acara halal bi halal bersama 2.000 guru honorer di Gedung Sesat Agung, Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lamteng. Senin (2/7/2019).

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Ternyata dibalik lamunanya, Bupati Loekman tengah memikirkan nasib guru honorer Lamteng yang minta diperhatikan kesejahtraannya.

Dimana pada saat sambutan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lamteng (Disdikbud) Lamteng Syarif Kusen menyampaikan, aspirasi para ribuan guru honorer yang ada di Lamteng meminta menaikan gaji Rp 5 juta/bulan. Namun ungkapan ini, disampaikan Syarif Kusen sembari bercanda. Karena tidak mungkin, hal tersebut bisa terwujud, melihat kondisi keuangan yang ada.

Namun hal lain dalam sambutan Syarif Kusen yang menjadi serius adalah kesejahtraan. Dimana guru non pns ini meminta adanya kenaikan gaji pada 2020, yakni yang sebelumnya gaji Guru Non PNS ini hanya Rp 150 ribu perbulan, minta dinaikan Rp 200 ribu.

“Saya sangat prihatin, kinerjanya luar biasa mulai dari pukul 7:00 sampai pukul 14:00, dengan gaji Rp150 ribu itupun dibayarkan perenam bulan sekali. Jadi setiap pencairan terima Rp900 ribu. Tapi tanpa guru honor proses pembelajaran akan terhenti. Perbandingan PNS dan honor besar honor. Gaji kecil tapi semangatnya tinggi,” ucap Syarif.

Kabar gembira, insaalloh Minggu ini, gaji guru honor akan di cairkan. Insaalloh paling lambat Senin depan, diproses BPKAD. Harus cek guru honor 7.600 sekalian TK, SD, SMP. Awal hari Senen bisa dilihat di rekeningnya masing-masing, gaji Januari – Juli masuk.

Syarif juga menuturkan, bahwa berdasarkan data Disdikbud Lamteng guru yang memiliki sertifikasi di Lamteng yang rendah adalah guru PAUD.

“Guru PAUD ini tersetifikasi rendah hanya 15,7 persen. Kalau untuk SD 42 persen, SMP 47 persen, dirata rata secara totalitas tidak mencapai 40 persen,” bebernya.

  Turut Serta Tangani Covid-19, PT GGP Bantu RSUD-DSR 100 Tabung Oksigen 

Selain itu, keluhan guru honorer yang lain adalah, pengen meningkatkan statusnya. Mohon Kepala BKPSDM mengusulkan sebanyak banyaknya di 2019, infonya ada penerimaan cpns. Agar berubah menjadi guru cpns. Merubah status guru honor.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Loekman mengatakan, bahwa pihaknya sebagai kepala daerah sadar belum banyak yang di perbuat untuk mensejahtraan guru non pns. Insaalloh di masa akan datang, dengan doa dari kita semua dari masyarakat kita dapat meningkatkan derajat guru non pns lebih baik lagi.

“Saya sampai melamun, banyak bener yang di minta,” ucap Loekman menanggapi aspirasi guru gonorer yang di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah Syarif Kusen, yang meminta kesejahtraan kepada orang nomor satu di Lamteng tersebut.

Lanjut kata Loekman, tadi disampaikan Pak Syarif Kusen perjalanan para guru honor tenaga pendisik menyedihkan. “Bukan bapak/ibu saja yang sedih, kami juga sedih,” sahut Bupati Loekman.

“Insaalloh 2020 kita naikkan lah yang penting doa, agar jajaran bisa melaksanakan tugas dimasing-masing kewenangannya. Sehingga dapat berjalan dengan baik dan sukses,” janjinya.

Sebenarnya, lebih lanjut kata Loekman,  menaikan Rp 50 ribu itu pemda harus menyiapkan dana Rp 5 miliar. Bagaimana usulan pak kusen tadi Rp 5 juta.

“Saya mau jual kecamatan yang mana, yang harus saya jual. Itulah kira-kira kesulitan kita. Menaikan Rp 50 ribu saja sudah  Rp5 miliar, kalau Rp 5 juta x 100. Kita harus menyediakan 100 miliar. duwite sopo,” kata Loekman sembari bercanda dan tersenyum.

Karena kondisi keuangan di APBD kita sangat minim, kemungkinan ada untuk merealisasikannya sulit.

“Insaalloh 2020 kita akan ada perubahan besaran honor yang ada. Tahun ini Buk Candra Kepala BKPSDM memberi informasi pada saya ada rencana pemerintah pusat untuk menerima, melaksanakan seleksi cpns,” kata bupati.

  Loekman : Jembatan Penghubung Tingkatkan Roda Perekonomian Masyarakat

“Usulkan sebanyak-banyaknya, karena di Lamteng ini, tenaga honor secara keseluruhan baik guru maupun temaga atmisistrasi, kesehatan tidak kurang 13 ribu,” pintanya.

Beberapa waktu lalu saya temui mentri pendidikan, saya minta kuota pegawai tenaga pendidik honor yang telah ada. Jawabnya, itu selama ini yang saya pikirkan sampai rambut saya botak. Di rebuplik ini ada guru honor 760 ribu orang yang harus dipikirkan pengangkatanya. Berfikir tanaga honor yang sudah sekian puluh tahun ini menjadi pegawai PSN.

“Sementara  kita kemarin hanya dikasih kuota 547, banyangkan mau sampikapan 13 ribu honorer diangkat cpns. Sementara pengangkatan cpns kewenangan pusat,” pungkasnya. (Adv).

Baca Juga

LAINNYA