Dinas BMBK Pasang AC 232 Juta, Komputer, Proyektor, Diduga ‘Dikondisikan’, Dewan : Dana Swakelola Suli Diawasi

Bandar Lampung, Intailampung.com-Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung bakal dilengkapi dengan air conditioner (AC) atau mesin pendingan ruangan pada tahun ini. Tak tanggung angaran yang dikucurkan dari APBD Murni ini sebesar Rp232 juta.

Pengadaan sendiri dibagi dalam tiga paket. Masing-masing AC Ruang Rapat 73.100.000, AC SPLIT 1PK 33.475.000,AC SPLIT 2 PK 125.865.000. Hal itu seperti terlihat. https://sirup.lkpp.go.id/sirup/ro/penyedia/satker/161866. RUP Penyedia Dinas Bina Marga Dan Bina Konstruksi. Selain AC, DInas BMBK juga akan membeli lemari Arsip 15.600.000, Filling Cabinet 3 laci 13.415.000, Kulkas / Lemari Es 6.240.000, notebook/laptop hybrid 28.667.000, komputer pc Rp150 juta, notebook/laptop hybrid Rp173.832.000, tablet Rp 41.070.000, printer A3 Rp 54.348.000, scanner 11.000.000, meja kerja 1 biro 15.233.400, meja kerja ½ biro 11.600.000, meja rapat besar 16.586.700, kursi putar 21.840.000, kursi lipat 20.000.000, kamera DSLR Rp 33.150.000, proyektor dlp/lcd/led Rp42.840.000, layar proyektor (ruang apat kepala dinas) Rp17.592.000, layar proyektor (ruang rapat sekretariat dan bidang-bidang) Rp27.840.000, alat bantu keamanan Rp29.766.000, mesin absensi Rp65.520.000.

Menurut sumber pegawai yang ada di Provinsi menyikapi anggaran swakelola itu biasanya sering dikerjakan oleh oknum pegawai setempat. “Ya tergantung, kalau mau beli barang sendiri, tentu memakai perusahaan orang lain dengan sewa 2,5 persen dari pagu anggaran,” kata dia, Senin (6/7/2020).

Berkaitan itu juga, dugaan juga biasanya dikerjakan oleh pihak ketiga, namun paket tersebut biasanya sudah dikondsikan oleh orang-orang tertentu. “Kalau swakelola biasanya orang-orang tertentu, mas” ucap dia.

Menanggapi itu, anggota Komisi IV DPRD Lampung Budi Yuhanda patut dipertanyakan anggaran swakelolanya, sebab realisasinya dan cenderung mengarah mendatangkan masalah. “Harapan spek dan kualitas sesuai, apalagi ini swakelola pemantauan masyarakatnya sangat sedikit untuk diawasi,”kata politikus NasDem tersebut.

  Lambat Penanganan, Klinik Asa Medika Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya Anak Pasangan Candra dan Emalia 

Jangan sampai anggaran yang kita berikan melalui dinas tersebut hanya menjadi keuntungan orang-orang tertentu saja. “Nanti kita juga akan hearing singgung soal dana swakelola juga kepada Dinas tersebut. Karena memang sebagai mitra kerja kita,” demikian kata Budi. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi, Taufik belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi tidak menjawab meski aktif ponselnya. (Bom)

Baca Juga

LAINNYA