Lapor Ibu Menteri Tenaga Kerja.!!! Disnaker Provinsi Lampung Tidak Menindaklanjuti Laporan Eks Pekerja PT. Ciomas Adisatwa

Bandar Lampung,www.intailampung.com, – Anggota Komisi V (Lima) DPRD Provinsi Lampung, sepertinya harus bergerak cepat menjadwalkan rapat dengar (hearing) antara Hamdan (38) eks pekerja PT. Ciomas Adisatwa, dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung beserta perusahaan PT. Ciomas Adisatwa. 

Hal ini menyikapi surat nota pemeriksaan Disnaker Provinsi Lampung yang tidak sesuai fakta atas surat laporan Hamdan pada 24 Januari 2022 lalu. Sebagaimana kuat dugaan telah terjadi pembiaran mengenai dugaan pelanggaran pidana dibidang ketenaga kerjaan yang dilakukan PT. Ciomas Adisatwa, terhadap pekerjanya.

Dihubungi panggilan WhatsAppnya, Pengawas Disnaker Provinsi Lampung Apriadi, mengatakan telah melayangkan nota pemeriksaan I dan II untuk PT. Ciomas Adisatwa dan Vendor.

“Nota pemeriksaan I sudah dilayangkan pada 26 April 2022 lalu, yang ditujukan kepada PT. Ciomas Adisatwa dan Vendor. Sedangkan nota pemeriksaan II Disnaker Lampung hanya menerbitkan untuk pihak Vendor saja dan telah dilayangkan baru-baru ini,” ujarnya pada Sabtu (16/7/2022).

Baca Juga

Apriadi menjelaskan, munculnya kedua nota pemeriksaan tersebut setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan secara umum oleh Tim Pengawas Disnaker Lampung yang menindaklanjuti, pemberitaan pada media online. “Sumbernya dari media online, maka kami lakukan pemeriksaannya secara umum bang bukan secara khusus,” bebernya tanpa menyebutkan media tersebut.

Ketika ditanya perkembangan laporan Hamdan. Sayangnya, Apriadi enggan berkomentar banyak. Dirinya meminta untuk tidak membicarakan via telepon mengenai laporan Hamdan yang sudah enam bulan tak kunjung kejelasan itu. “Kita ketemu aja bang hari senin jangan lewat telpon,” tukasnya.

Sementara itu berdasarkan hasil investigasi beserta data yang dimiliki www.intailampung.com. Bahwa Hamdan telah bekerja secara terus menerus sejak bulan Januari tahun 2015 sampai dengan bulan Februari tahun 2020 pada bagian Hanging di perusahaan atas nama PT. Ciomas Adisatwa, yang terletak dijalan trans sumatera Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dengan jenis kegiatan usahanya pemotongan hewan.

  Iuran Peserta JKN-KIS Kelas III Disubsidi Pemerintah

PT. Ciomas Adisatwa, sejak bulan Januari tahun 2015 sampai dengan bulan Februari tahun 2020 telah telah menyerahkan sebagian pekerjaan utamanya dengan jenis atau bagian Hanging, Killing dan Evis kepada penyedia jasa tenaga kerja secara perseorang dan atau tidak berbadan hukum.

Mirisnya lagi, pekerjaan utama yang telah dialih dayakan tersebut tidak pernah dilaporkan kepada Instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan Kabupaten Lamsel, hal itu berdasarkan penjelasan Kepala Disnaker Lamsel secara tertulis, dengan nomor : 568. 562. IV.07.II.2021 pada 14 desember 2021.

Lalu selanjutnya pekerjaan utama telah dialihkan oleh PT. Ciomas Adisatwa kepada PT. Aulia Mandiri Persada, SDM. Sebagaimana surat kontrak kerja borongan lepas dengan nomor : 0021/AMP/SDM-LAMSEL/II/2020 tanggal 21 Februari tahun 2020.

Untuk diketahui bahwa Hamdan yang merupakan warga Dusun Rejo Mulyo, RT/RW. 002/005. Desa Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, selama bekerja selalu diberikan upah gajih dibawah ketentuan Upah Minimum Kabupaten Lamsel.

Hal ini berdasarkan bukti transfer upah gajih dari Bank Mandiri yang diberikan atas nama Debi Indah Sari, sebagai pekerja pada bagian administrasi baik untuk absensi kehadiran dan waktu pulang kerja serta pembayaran upah gajih, upah lembur kepada para pekerja.

Kemudian dia (Hamdan Red) selama bekerja tidak pernah diberikan upah gajih lembur, padahal Hamdan telah bekerja di PT. Ciomas Adisatwa selama 6 (enam) hari kerja dalam seminggu dengan waktu kerja sejak Jam 06. 00 Wib sampai dengan Jam 16. 00 Wib. Bahkan sampai dengan Jam 23. 00 Wib tergantung jumlah banyak ayam yang akan diproses.

Jika sebanyak 10 truk (@2000) ekor maka waktu kerja paling cepat sampai dengan Jam 16. 00 Wib. Apabila banyak ayam yang akan diproses sebanyak 18 truk (@2000) ekor maka waktu kerja sampai dengan paling cepat Jam 23. 00 Wib, dan atau waktu kerjanya berkisar sebanyak 8,5 Jam sampai dengan 15,5 Jam per-hari setelah dikurangi waktu istirahat selama 1,5 jam. Tak hanya itu selama bekerja Hamdan tidak pernah diberikan Jaminan Sosial, seperti BPJS Kesehatan dan BP. Jamsostek. (Zul)

LAINNYA