Taman Kuliner UMKM Siger Sukaraja Mati Suri, Ini Kata DPRD Bandar Lampung

Ket, Foto : Ketua Komisi II DPRD Bandar Lampung, Abdul Salim dan Wakil Ketua Komisi II, Tig Eri Prabowo

INTAILAMPUNG.COM – Keberadaan Taman Kuliner UMKM Siger Sukaraja yang berada di eks Terminal Sukaraja di Jl.Yos Sudarso yang diharapkan dapat mendongkrak pemasaran pelaku UMKM yang ada di wilayah itu, keadaannya saat ini bak “Mati Suri”.

Bagaimana tidak, dari 28 kios yang disiapkan, hanya ada tiga kios saja yang buka.

Padahal, saat diresmikan oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, pada Rabu 18 Januari 2023 lalu, 28 kios full diisi pelaku UMKM. Dan digadang-gadang akan ramai dan buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Alasan klasik disinyalir menjadi penyebab lengangnya aktivitas pelaku UMKM menjajakan produknya disana. Tidak ada pengunjung yang datang akhirnya pelaku UMKM lebih memilih angkat kaki dan menjajakannya ditempat lain.

Rahma, salah satu pedagang makanan mengatakan dirinya berdagang di tempat tersebut sejak 18 Januari 2023.

Menurut dia, pelaku UMKM yang ada sebelumnya hanya bertahan satu minggu pasca diresmikan. Hanya tersisa empat pedagang makanan atau rumah makan yang bertahan hingga saat ini

“Para pelaku UMKM menutup kiosnya dengan alasan sepinya pengunjung yang kesini,” katanya, Senin (06/03/2023).

“Ya mungkin karena sepi tadi mereka pindah. Sebab, kalau yang lain kan hanya jualan buat oleh-oleh, seperti kopi Lampung, makanan khas Lampung, dan lainnya,” imbuhnya.

Rahma berharap pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan gebrakan, seperti melakukan beberapa kegiatan atau event, pasar malam, pasar murah, dan lainnya.

“Kita maunya pemkot ada gebrakan apa gitu. Kalau gini-gini saja kan sayang karena tempatnya sudah bagus. Buat seperti di Lapangan Saburai yang ada mainan anak atau ada pasar malamnya,” tuturnya.

  Dedi Hermawan Sindir Biro Adbang dan BPK Lampung Terkait Perjalanan Dinas yang Disoal

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Abdul Salim menyampaikan peran Wali Kota Bandar Lampung untuk memajukan pelaku UMKM sudah baik.

Seperti dengan adanya Taman UMKM Bung Karno, Sentral UMKM Kain Tapis Kemiling, Sumur Putri, dan teranyar Taman Kuliner UMKM Siger Sukaraja.

Namun, kurang ramainya masyarakat yang datang ke sentral-sentral UMKM tersebut, pihaknya pernah menyampaikan untuk pembangunan taman UMKM perlu dikaji mendalam. Selain aspek lokasi, juga dipertimbangkan target pemasaranya.

“Sebelum dilaunching matangkan perencanaanya. Bahkan kalau perlu memakai jasa konsultan,” sebutnya.

Menurut dia, pemilihan lokasi pun harus dipilih dengan pas. Idealnya tempat tersebut menjadi tempat yang sering dilalui oleh wisatawan yang berkunjung di Bandar Lampung.

“Kita harus tau dimana banyak orang lewat. Misalnya didaerah yang dilalui wisatawan yang mau ke pantai. Kita buat dijalan tersebut untuk pelaku UMKM,” tuturnya.

Tak hanya untuk pasar wisatawan, lokasinya pun harus mudah dijangkau warga lokal. Maka dari itu, Abdul Salim menyarankan mencari lokasi yang menarik untuk dikunjungi serta diadakan kegiatan yang bersifat mendatangkan daya tarik pengunjung.

“Selain lokasi strategis, tak ada salahnya juga dilokasi rutin diadakan berbagai event untuk menarik pengunjung,” ucapnya.

Seirama dengan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Bandar Lampung, Tig Eri Prabowo, ia menyebut untuk meramaikan sentral UMKM harus direncanakan dengan matang dan perlu dianggarkan.(*)

Laporan/Editor: Ibrahim Hayat.