INTAILAMPUNG.COM — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) padi yang digelar untuk mempercepat musim tanam sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki wilayah tersebut.
Gerakan Tanam Serempak dilaksanakan di areal persawahan Kampung Rantau Jaya Ilir, Kecamatan Putra Rumbia, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, penyuluh pertanian, kelompok tani, para petani, TNI-Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Camat Putra Rumbia, I Made Suryana, S.IP., mengatakan Gertam menjadi momentum untuk mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara lebih optimal.
Potensi tersebut cukup besar. Berdasarkan data Luas Baku Sawah (LBS) yang ditetapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kecamatan Putra Rumbia memiliki luas baku sawah mencapai 1.597 hektare.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.276 hektare merupakan lahan rawa, sedangkan 321 hektare berupa lahan sawah tadah hujan.
Sementara untuk komoditas padi gogo, pada 2025 tercatat sekitar 1.528 hektare lahan telah dimanfaatkan. “Gerakan Tanam Serempak ini dilaksanakan di areal persawahan Kampung Rantau Jaya Ilir,” kata Made Suryana.
Menurutnya, besarnya potensi lahan pertanian harus diikuti dengan percepatan tanam dan pengelolaan yang tepat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, hingga seluruh pihak yang berkepentingan di sektor pertanian perlu terus diperkuat.
“Dengan potensi lahan yang cukup besar, percepatan tanam perlu terus didorong melalui sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, serta seluruh pihak yang berkepentingan dalam sektor pertanian,” ujarnya.
Gerakan Tanam Serempak tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Program ini dilaksanakan pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) tahun 2024 dan 2025 di berbagai daerah di Indonesia.
Tujuannya tidak sebatas mempercepat waktu tanam. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat produksi padi, serta mengoptimalkan lahan pertanian agar mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional.
Made menegaskan, keterlibatan Kecamatan Putra Rumbia dalam Gertam merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendorong tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan tersebut tidak berhenti ketika bibit ditanam.
Menurutnya, tanaman yang telah ditanam harus mendapatkan pendampingan dan pemeliharaan secara berkelanjutan hingga memasuki masa panen.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana kita melakukan penanaman, tetapi bagaimana tanaman ini bisa dipelihara dengan baik sehingga nantinya menghasilkan produksi yang maksimal,” ujarnya.
Dengan dukungan lintas sektor serta optimalisasi potensi lahan yang tersedia, Kecamatan Putra Rumbia diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dan mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Gerakan tanam serempak ini pun diharapkan menjadi langkah nyata untuk memastikan potensi lahan yang ada tidak hanya tercatat dalam angka, tetapi benar-benar menghasilkan produksi pangan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Laporan: Frd
Editor: Redaksi












