INTAILAMPUNG.COM – Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Soekarno Hatta (By Pass), tepatnya di Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung mengeluhkan ceceran tanah yang mengotori jalan.
Ceceran tanah diduga berasal dari ban kendaraan pengangkut yang keluar masuk perusahaan stockpile batu bara yang ada di tepi jalan Soekarno Hatta.
Pantauan intailampung.com, ceceran tanah terlihat kurang lebih sepanjang hampir 1 kilometer mulai dari pintu masuk perusahaan stockpile menuju ke arah pelabuhan Panjang.

Hal itu dikarenakan akses jalan tersebut merupakan satu-satunya akses kendaraan perusahaan stockpile tersebut.
Saat hujan jalan menjadi licin dan berdebu disaat terik. Kondisi jalan sering dikeluhkan pengguna jalan yang melintas.
Apalagi tak jarang membuat pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut nyaris terjatuh.
Menurut Agustian (34) warga Panjang yang kesehariannya melintasi jalan itu, kondisi seperti itu terjadi sejak beroperasinya perusahaan stockpile batubara.

“Sejak ada stockpile jalan jadi licin kalau hujan terus berdebu kalau panas, debunya sampai menutupi jarak pandang,” tuturnya, Jumat (03/03/2023).
Agustian yang mengaku bekerja di toko di kawasan Sukarame itu menyebut masalah terjadi saat dirinya pulang kerja, karena harus melintasi kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah.
“Kalau berangkat kerja sih aman, pas pulang kerja ya harus pelan-pelan bawa motornya, soalnya jalan licin dan berdebu pas ada di jalur sebelah kiri,” ujarnya.
Pengguna jalan lainya, Ahmad (40), mengatakan, mobil perusahaan sering keluar masuk yang jadi penyebabnya.
“Mobil yang keluar masuk lokasi stockpile yang jadi penyebabnya, kadang pas saya lewat kelihatan ada bekas ban kendaraan disepanjang jalan mulai dari pintu lokasi stockpile sampai sana,” katanya sembari mengarahkan telunjuknya ke arah tanjakan.
Ia menuntut agar kondisi jalan segera mendapat perhatian pemerintah dan segera dibersihkan mengingat curah hujan saat ini masih tinggi dan berpotensi membuat kondisi jalan menjadi lebih buruk.
Ahmad mengatakan, seolah-olah tidak ada perhatian dari pemerintah setempat untuk meminta perusahaan membersihkan jalan tersebut sehingga aman dilalui warga.
“Dengan kondisi jalan seperti ini, saya sangat terganggu. Saya juga kecewa karena pemerintah seolah-olah tidak peduli dengan keadaan jalanan,” pungkasnya.
Sementara, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Denis Adi Wijaya mengaku pihaknya pernah memberikan teguran kepada sejumlah perusahaan disepanjang jalan Soekarno Hatta agar lebih memperhatikan dampak usahanya terhadap lingkungan.
Menurut dia, jika masih ada perusahaan yang tidak melaksanakan rekomendasi DLH, pihaknya akan kembali meninjau lokasi dan bisa saja diberikan teguran kedua.
“Bulan kemarin sudah kita berikan teguran, kalau masih ada perusahaan yang mengabaikan, Nanti akan saya bicarakan lagi dengan Kepala Dinas untuk turun meninjau lokasi,” sebutnya. (*)
Laporan/Editor: Ibrahim Hayat












