Cegah Stunting, 92 Kader Posyandu Seputih Surabaya Dibekali Ilmu MP-ASI

INTAILAMPUNG.COM — Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui penimbangan balita di Posyandu. Edukasi kepada orang tua mengenai makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) juga menjadi kunci penting agar anak mendapatkan asupan gizi yang tepat sejak usia dini.

Hal inilah yang mendorong UPTD Puskesmas Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar Pelatihan Kader Posyandu Pendamping MP-ASI, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang digelar di dua lokasi, yakni Balai Kampung Gaya Baru 8 dan Balai Kampung Gaya Baru 2, tersebut diikuti 92 kader dari 46 Posyandu yang tersebar di 13 kampung dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Seputih Surabaya.

Untuk memperkuat kapasitas para kader, puskesmas menghadirkan Tim INEY Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang sebagai pemateri, narasumber sekaligus pelatih.

Kader Dibekali Kemampuan Dampingi Orang Tua

Kepala UPTD Puskesmas Seputihsurabaya, I Gusti Made Yoga Astawa, SKM., M.Kes., mengatakan usia 6–24 bulan merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada periode tersebut, kebutuhan gizi anak harus benar-benar diperhatikan.

Menurutnya, kesalahan dalam pemberian MP-ASI, mulai dari waktu pemberian, jumlah, tekstur hingga kandungan gizi, dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Pada fase ini, pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat sangat diperlukan. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai, baik dari sisi waktu, jumlah, tekstur maupun kandungan gizinya, dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi dan menghambat tumbuh kembang anak,” ujar Gusti Yoga.

Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan kader, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan pemberian MP-ASI di tengah masyarakat.

Sejumlah materi diberikan kepada peserta, di antaranya pencegahan stunting dan masalah gizi, waktu pemberian MP-ASI, kecukupan porsi, kualitas makanan, hingga kandungan gizi yang dibutuhkan anak.

  Pemkab Lamteng Serahkan Aset Tanah Seluas 14 Ha ke Danrem 043/Gatam

Kader juga mendapatkan pemahaman mengenai keamanan makanan dan tekstur MP-ASI yang harus disesuaikan dengan usia anak, termasuk bahan makanan yang perlu dihindari.

Tak kalah penting, kader dilatih melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang balita, seperti diare, konstipasi, kembung hingga kondisi berat badan anak yang tidak mengalami peningkatan.

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Pelatihan juga diarahkan agar kader mampu memberikan edukasi yang praktis kepada keluarga.

Salah satunya melalui pemanfaatan bahan pangan lokal untuk menyusun menu MP-ASI yang bergizi, sehat, terjangkau dan mudah dibuat.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat keluarga tidak selalu bergantung pada bahan makanan yang mahal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Kader didorong mengenalkan menu sesuai prinsip Isi Piringku Balita, sehingga orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak sehari-hari.

Selain itu, peningkatan kapasitas kader diharapkan turut mendukung peningkatan cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam memastikan anak usia 6–23 bulan memperoleh MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Kader Diminta Jadi Agen Perubahan

Gusti Yoga berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang pelatihan. Para kader diminta menerapkannya saat menjalankan pelayanan Posyandu sekaligus menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dan keluarga balita.

“Para kader juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat dan bergizi bagi anak,” katanya.

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi balita tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga dan berbagai sektor terkait.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan edukasi mengenai gizi anak benar-benar sampai kepada masyarakat.

  KPU Lamteng Diduga Lakukan Kecurangan dan Lobi Dalam Perekrutan PPK

“Melalui peningkatan kapasitas kader dan penguatan pendampingan kepada keluarga, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi balita di wilayah Kecamatan Seputih Surabaya dapat semakin optimal,” pungkasnya.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung program Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri di bidang kesehatan, khususnya dalam memperkuat pelayanan dasar dan pemenuhan gizi masyarakat sejak usia dini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *