Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak di Sejumlah Wilayah Lampung, Masyarakat Lamteng Diminta Waspada

Ket, Foto: Screenshot video, kondisi hujan debu/abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berimbas sampai ke Wilayah Pringsewu Selatan.

INTAILAMPUNG.COM — Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau kembali menjadi perhatian setelah abu vulkanik dilaporkan berdampak di sejumlah wilayah Provinsi Lampung.

Sejumlah daerah yang dilaporkan terdampak antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Pesisir Barat.

Di Pringsewu, warga bahkan melaporkan terjadinya hujan abu vulkanik. Dalam sebuah video yang diterima redaksi, terlihat partikel abu beterbangan di lingkungan permukiman.

“Hati-hati lur, Pringsewu, hujan debu vulkanik ini malam ini. Pringsewu Selatan harus pakai kacamata, masker. Ini debunya bahaya. Pokoknya tetap hati-hati,” ujar seorang warga dalam video tersebut.

Sementara itu, kondisi di Lampung Tengah hingga saat ini belum terdampak secara signifikan oleh abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.

Plt Kepala BPBD Lampung Tengah, Riki Agusta, mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kering selama musim kemarau juga menyebabkan debu lebih mudah beterbangan.

“Meski Lampung Tengah belum terdampak secara signifikan terkait kondisi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau, kondisi cuaca kemarau dan panas mengakibatkan meningkatnya debu. Sehingga masyarakat bisa rentan terkena risiko beberapa penyakit,” ujar Riki.

Paparan debu, termasuk abu vulkanik, dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan. Gejala yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, tenggorokan gatal, suara serak hingga sesak napas.

Selain itu, partikel debu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata. Keluhan yang dapat muncul berupa mata merah, perih, gatal dan berair. Partikel yang lebih kasar bahkan dapat menyebabkan luka pada permukaan mata.

Imbauan BPBD Lampung Tengah

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Lampung Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Masyarakat disarankan menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi risiko terpapar debu maupun abu vulkanik.

  Lampung dan KPK Perkuat Sinergi: Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

Warga juga diminta memperhatikan kondisi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, dengan membatasi aktivitas mereka di luar ruangan.

Imbauan Pemerintah Provinsi Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan menyusul potensi hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang sesuai, seperti masker medis, N95/KN95 atau masker kain tebal minimal tiga lapis.

Masker harus digunakan hingga menutup rapat bagian hidung, mulut dan dagu. Masker sekali pakai juga perlu diganti apabila sudah lembap atau kotor dan tidak dianjurkan digunakan kembali.

Untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah, masyarakat diminta menutup pintu, jendela dan ventilasi ketika kondisi udara dipenuhi debu atau terjadi hujan abu.

Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan perlindungan tambahan seperti kacamata, pakaian lengan panjang dan topi guna mengurangi paparan abu vulkanik.

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. (red)

Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *