INTAILAMPUNG.COM — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H, SD Negeri 1 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar lomba tumpeng, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa-siswi mulai dari kelas I hingga kelas VI. Uniknya, perlombaan tidak hanya menjadi ajang kreativitas siswa, tetapi juga melibatkan dukungan dan kolaborasi para wali murid serta komite sekolah.
Kepala SDN 1 Astomulyo, Dalijo, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menambah semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa, wali murid, guru, dan komite sekolah.
Menurutnya, lomba tumpeng juga menjadi sarana untuk membangun kekompakan serta melatih kreativitas dan kemampuan berkolaborasi.
“Peserta dalam kegiatan lomba ini seluruh siswa-siswi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan didukung wali murid. Harapannya dalam lomba ini bisa meningkatkan hubungan kolaborasi yang baik antara siswa dan wali murid serta komite,” ujar Dalijo.
Empat Kriteria Penilaian
Dalam perlombaan tersebut, dewan juri menetapkan empat kriteria utama penilaian. Keempatnya meliputi cita rasa dan kelengkapan lauk pauk, kreativitas dan penampilan, kesesuaian tema, serta kebersihan dan kesehatan.
Untuk cita rasa dan kelengkapan lauk pauk, penilaian berada pada rentang 80–100. Juri menilai kelezatan nasi tumpeng sekaligus variasi dan kelengkapan lauk yang disajikan.
Sementara aspek kreativitas dan penampilan memiliki bobot 80–90, meliputi estetika bentuk tumpeng, seni menghias, variasi menu, hingga kerapian penyajian.
Adapun kesesuaian tema dengan bobot 80–90 menilai sejauh mana konsep dan hiasan tumpeng mencerminkan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan aspek kebersihan dan kesehatan dengan bobot 80–90 mencakup kebersihan area penyajian serta keamanan bahan makanan yang digunakan.
Hal yang menjadi perhatian panitia adalah aspek keamanan makanan. Peserta dilarang keras menggunakan bahan atau benda berbahaya dalam penyajian makanan, termasuk penggunaan staples.
Tiga Juri Turun Langsung Menilai
Penilaian dilakukan oleh tiga orang juri, yakni Kepala SDN 1 Astomulyo Dalijo, S.Pd., Pengawas Sekolah se-Kecamatan Punggur Hj. Rumiyati, S.E., serta Ketua Komite SDN 1 Astomulyo A. Zainuri.
Hj. Rumiyati mengatakan seluruh dewan juri telah melakukan penilaian secara seksama terhadap seluruh tumpeng yang dilombakan.
Penilaian dilakukan dengan melihat langsung tampilan, kreativitas, kebersihan, kelengkapan, hingga mencicipi hidangan yang disajikan masing-masing peserta.
“Dalam perlombaan tumpeng ini kami bertiga telah menilai dengan melihat dan mencicipi semua masakan tumpeng yang telah dilombakan dan disajikan. Dewan juri kemudian menentukan siapa yang menjadi pemenang,” ujar Rumiyati.
Ia menegaskan, hasil perlombaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai persaingan untuk menjadi juara. Menurutnya, tujuan utama kegiatan adalah membangun kebersamaan dan kekompakan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Siapapun yang menang atau yang kalah tidak usah berbangga hati atau berkecil hati. Karena semua kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Ini Daftar Juara Lomba Tumpeng SDN 1 Astomulyo
Berdasarkan rekapitulasi penilaian tiga dewan juri, peserta nomor I berhasil meraih Juara I dengan total nilai 1.075 poin.
Berikut hasil lengkap perlombaan:
Peringkat| Peserta| Juri 1| Juri 2| Juri 3| Total
🥇 Juara I| I| 360| 365| 350| 1.075
🥈 Juara II| IV| 350| 362| 350| 1.062
🥉 Juara III| III| 340| 358| 320| 1.018
Juara Harapan I| II| 343| 350| 320| 1.013
Juara Harapan II| V| 344| 340| 320| 1.004
Juara Harapan III| VI| 330| 345| 320| 995
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi positif yang terus dikembangkan di lingkungan SDN 1 Astomulyo. Selain memeriahkan peringatan Maulid Nabi, lomba tumpeng dinilai mampu menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, berkreasi, sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, wali murid, dan komite.
Dengan demikian, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, kreativitas, dan nilai gotong royong yang ditanamkan kepada para siswa sejak dini. (red).
Editor: Redaksi.












