Maulid Nabi di SDN 1 Astomulyo, Gus Rodhi Ajak Siswa Teladani Kejujuran Rasulullah

INTAILAMPUNG.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SDN 1 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, berlangsung penuh keceriaan dan sarat pesan pendidikan karakter, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak dan Cinta kepada Rasulullah SAW”, kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6, dewan guru, komite sekolah, serta wali murid.

Selain tausiah dan pembacaan shalawat, kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba tumpeng yang diikuti wali murid sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan terhadap kegiatan sekolah.

Hadir sebagai penceramah, KH. Rodhi Ahsan AD atau Gus Rodhi, Pimpinan Majelis Shalawat Bahrusy Syafaat Lampung (BSL) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Queen Sabilul Falah.

Dalam tausiyahnya, Gus Rodhi mengajak para siswa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ia secara khusus menekankan pentingnya kejujuran, tidak mengambil barang milik orang lain, tidak menyakiti sesama, serta menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.

Dengan gaya ceramah yang komunikatif dan penuh humor, Gus Rodhi membuat siswa terlibat langsung dalam suasana pengajian. “Adik-adik tahu Nabi Muhammad itu siapa?” tanya Gus Rodhi. “Tahu!” jawab para siswa serentak.

Gus Rodhi kemudian mengingatkan bahwa salah satu sifat utama Rasulullah SAW adalah kejujuran. “Nabi Muhammad tidak pernah bohong. Maka siswa-siswi SDN 1 Astomulyo jangan bohong,” pesannya.

Ia memberikan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak, termasuk ketika seorang siswa mengambil barang milik temannya kemudian berbohong kepada orang tua mengenai barang tersebut.

Menurutnya, meneladani Rasulullah tidak cukup hanya dengan memperbanyak membaca shalawat, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

“Bukan hanya memperbanyak membaca sholawat, Adik-adikku, tapi juga meneladani akhlak Rasulullah. Meneladani kebaikan Rasulullah,” kata Gus Rodhi.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, perilaku menyakiti sesama dapat membawa dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Maulid Jadi Momentum Pendidikan Karakter

Gus Rodhi mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membentuk karakter generasi muda.

  Oknum Aparat Kampung Darma Agung Diduga Potong BLT-DD Rp 200 Ribu

Ia mengajak para siswa untuk mulai meniru akhlak Rasulullah dari hal-hal sederhana. “Kalau mau niru Kanjeng Nabi, sedikit demi sedikit harus belajar menjadi orang yang baik,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan kepada siswa, Gus Rodhi juga berinteraksi dengan para wali murid. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Astomulyo yang dinilainya memiliki semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para wali murid agar lomba tumpeng yang digelar dalam rangka Maulid Nabi diniatkan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Jangan sampai salah niat. Diniati membuat tumpeng ini untuk menghormati Maulid Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Suasana semakin meriah ketika Gus Rodhi memberikan kuis kepada para siswa. Ia menawarkan hadiah bagi siswa yang mampu menghafalkan Surat Al-Lahab.

Salah seorang siswa bernama Sikar kemudian maju ke depan dan membacakan Surat Al-Lahab dengan lancar di hadapan para peserta.

Aksi tersebut langsung mendapat tepuk tangan dari hadirin. Sebagai bentuk apresiasi, Gus Rodhi memberikan uang saku kepada Sikar.

Kepala Sekolah Apresiasi Dukungan Wali Murid dan Komite

Kepala SDN 1 Astomulyo, Dalijo, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali murid, guru, komite sekolah, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi tersebut.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan hikmah dan manfaat bagi seluruh peserta.

“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan hikmahnya selalu kita ambil yang baik,” kata Dalijo.

Dalijo secara khusus juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite SDN 1 Astomulyo, A. Zainuri, yang menurutnya selalu menjadi tempat berkomunikasi dan meminta masukan dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia berharap dukungan komite dan wali murid terhadap sekolah dapat terus terjaga.

Dalam kesempatan itu, Dalijo turut menyampaikan kondisi sekolah. Ia mengatakan jumlah siswa pada tahun pelajaran 2026/2027 mengalami penurunan sebanyak delapan siswa. Meski demikian, jumlah peserta didik SDN 1 Astomulyo masih berada di atas 100 siswa.

  SDN 1 Astomulyo Gelar Market Day, Ajarkan Siswa Siswi Belajar Berwirausaha

Dari sisi tenaga pendidik, Dalijo menyebut seluruh guru di SDN 1 Astomulyo telah menyandang gelar sarjana. Bahkan, dua guru, yakni Asri dan Arum, saat ini masih melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Dalijo juga meminta doa agar dirinya senantiasa diberikan kesehatan sehingga tetap dapat menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi sekolah hingga memasuki masa purna tugas.

Pengawas: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Penting

Sementara itu, Pengawas Sekolah se-Kecamatan Punggur, Hj. Rumiyati, S.E., menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi di SDN 1 Astomulyo.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dari tausiah Gus Rodhi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan karakter siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun masyarakat di lingkungan Astomulyo.

“Dengan kolaborasi bersama wali murid, semoga peningkatan karakter ini akan membuahkan hasil yang baik,” ujar Rumiyati.

Rumiyati juga mengapresiasi dukungan komite dan wali murid terhadap berbagai kegiatan sekolah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SDN 1 Astomulyo.

Ia berharap kegiatan-kegiatan positif seperti peringatan Maulid Nabi dapat terus dilaksanakan sebagai sarana membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Rumiyati juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala SDN 1 Astomulyo, Dalijo, yang dinilainya tetap aktif mendorong kemajuan sekolah meski telah memasuki masa purna tugas.

“Kami ucapkan terima kasih sudah gaspol untuk kegiatan di SDN 1 Astomulyo ini. Meski beliau sudah memasuki purna tugas, namun peran aktif Bapak Dalijo untuk memajukan SDN 1 Astomulyo terus dilakukan dengan penuh semangat,” ungkapnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 1 Astomulyo tersebut pun menjadi momentum memperkuat sinergi sekolah, guru, komite, dan wali murid dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Pesan Gus Rodhi kepada para siswa pun menjadi penutup yang kuat dari kegiatan tersebut: mencintai Rasulullah bukan hanya dengan bershalawat, tetapi juga dengan berusaha meneladani kejujuran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (red)

Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *