Lamteng Semakin Rawan Begal

Lampung Tengah, Intailampung.com — Kinerja kepolisian Polres Lampung Tengah beserta jajaran sektor Polsek nampaknya harus lebih ditingkatkan. Hal ini lantaran banyaknyadannbsp;kasus pembegalan di Kabupaten Lampung Tengah semakin merajalela.

Pasalnya, baru selang satu hari, setelah warga Kecamatan Bekri Supriyadi yang menjadi korban pembegalan, dan kini tengah di rawat di Rumah Sakit Demang Sepulau Raya, akibat dua luka tusukan dibagian perut. Kali ini warga Dusun Treteg, Kampung Padang Ratu, Kecamatan Padang Ratu, Lamteng yang menjadi korban begal.

Korban Mahpud (33) beserta anak dan istrinya dibegal dua orang penjahat, ketika korban hendak pergi ke Natar, Lampung Selatan ketempat keluarganya. Namun naas, ditengah perjalan korban harus menyerahkan kendaraannya lantaran ditodong senjata tajam oleh dua komplotan begal yang beraksi dijalan raya Padang Ratu-Gunung Sugih, tepatnya di Kampung Fajar Bulan, Kecamatan Gunung Sugih, sekira pukul 16:30 WIB, Senin (5/2/2018).dannbsp;

Malang bukan kepalang, bersama sang istri yang sedang hamil dan anaknya yang juga masih kecil, Mahpud harus merelakan kendaraannya dirampas oleh pelaku begal tanpa perlawanan.dannbsp;

Menurut keterangan saksi, Anwar pengendara yang melintas dilokasi kejadian menjelaskan, pembegalan terjadi seketika sehingga korban tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menyerahkan kendaraannya karena ditodong senjata tajam oleh pelaku begal.dannbsp;

“Kejadian nya seketika mas. Setahu saya ada dua orang menodongkan senjata tajam ke korban yang membawa anak dan istrinya. Karena ditodong korban menyerahkan kendaraannya, dan pelaku begal itu langsung membawa pergi motor korban merk Honda Revo Fit,” terang saksi yang kebetulan melintas dilokasi kejadian.

Kejadian ini pun dibenarkan Kepala Kampung Tawang Negeri, Kecamatan Pubian Marsudin yang juga sebagai saksi pembegalan.”Waktu korban dibegal kebetulan saya melintas ditempat kejadian mas. Tapi saya gak tau persis kejadiannya seperti apa. Karena saya lewat pelaku sudah berhasil memabawa kendaraan korban. Karena korban rumah nya searah dengan saya, jadi korban saya antar pulang kerumahnya karena keadaan korban sangat shok dan lemas,” terangnya.dannbsp;

  Diduga Terpapar Covid-19, Satu Dokter dan Dua Ibu Hamil Meninggal Dunia di Hari Yang Sama

Marak nya kasus pembegalan beberapa hari terakhir ini menyimpulkan, pihak kepolisian diwilayah hukum setempat harus ekstra bekerja dalam menangani kasus pembegalan yang semakin membabi buta. Kalau hal ini terus dibiarkan dan tidak ada tindakan, maka keamanan masyarakat sangat berbahaya khususnya warga yang hendak berpergian membawa kendaraan.(Intai).

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *