Pilkada Lampung Jangan Ada Campur Tangan Cukong dan Kacung Politik

Bandar Lampung, INTAILAMPUNG.COM – Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menyikapi segala tudingan yang dilontarkan Ketua DPD Golkar Bandar Lampung sekaligus Liason Officer (LO) pasangan calon nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) terhadapnya dibeberapa media.

Dari berbagai banyak berita yang muncul dimedia social, kata Yusdianto, ada beberapa hal yang telah dirangkum dan perlu diklarafikasi sebagai bentuk tudingan yang emosional dan tendensius.

Pertanyaan pertama terkait adanya tuduhandannbsp; hari ini Jum’at (25/5/2018), yang menyebutkan saya berteman dengan Sdr MRF yang notabene sebagai calon petahana urut satu?

Jawabannya saya bukan jurkam, Tenaga Ahli atau apapun. Sampai hari ini saya baru sekali bertemu dengan MRF itupun di acara formal yaitu pemantapan Pengurus PSI Lampung di salah satu hotel di Bandar Lampung. Selebihnya belum pernah. Bila butuh pembuktian silahkan tanyakan langsung. Namun sebagai manusia kita adalah saudara, tidak melihat apakah itu teman apa tidak, semua manusia dimata

Tuhan itu sama, lalu kenapa kita membatasi antara teman dan bukan teman. Aneh sekalidanhellip;.,” Kata Yusdianto.

Pertanyaan kedua, tudingan yang menyebut Yusdianto tidak menjaga indepedensi. Menyikapi hal itu, dirinya menjelaskan patut diketahui salah satu sikap indepedensi yang dia lakukan adalah membatasi diri untuk tidak terikat dengan kontrak kerja dan kontrak politik terhadap kepala daerah, politisi dan kelompok kepentingan, sehingga dalam berucap, bertindak, bekerja secara professional, bebas unsur dan tidak memihak siapapun. “Atas hal itu saya sangat menjaga kridibilitas diri saya,” ujarnya.

Pertanyaan ketiga, kenapa saya dianggap ‘nyinyir’ terkait kehadiran Purwanti lee. Anggapan ini sangat tendensius dan penuh dengan kemarahan, entah apa yang hendak disampaikan. Saya hanya mengingatkan dan menekankan bahwa demokrasi yang sedang kita bangun bukan murahan tapi sangat mahal, untuk itu Yusdianto jaga meminta semua pihak menjaga dan membangun demokrasi ini hanya dari untuk dan oleh rakyat tanpa campur tangan dari siapapun apalagi cukong dan kacung politik.

  Wakil Gubernur Lampung Pantau Kesiapan Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Di Kota Metro

Pertanyaan keempat, tentang ungkapan yang menyebut dirinya adalah oknum akademisi. Menyikapi hal ini Yusdianto mengaku hanya cukup balas dengan senyuman saja karena saya cukup dekat dengan beliau.

“Saya cuma membandingkan saja, saya sebagai pengajar dikampus yang sehari-hari menekuni bidang ilmu ketatanegaraan saja dituding begitu, bagaimana jika yang menyampaikan itu masyarakat, team pendukung dan sebagaiya. Mungkin lebih berat Mengingat kata para bengawan di kisah lakon dulu yang kerap dibaca. danldquo;bila omongan kaum terpelajar saja sudah tidak didengar lalu omongan siapa yang hendak didengardanrdquo;. Apa ucapan politisi yang patut?? Bisa hancur semuanya,” terusnya.

Terakhir, soal ungkapan terkait audit dana kampanye pasangan calon, harusnya disikapi secara sederhana. Mari para politisi tunjukkan kualitas melalui sikap terbuka atas kritikan, kridebel dan bertanggungjawab. Tidak perlu disambut dengan perdebatan diruang public, apalagi menggunakan kata tudingan.

“Sungguh sangat tidak elok. Ibaratnya, biarkan doa bergelombang keatas langit, Tuhan tahu benar mana yang didahulukan mana yang ditunda,” imbuhnya. (intai).

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *