INTAILAMPUNG.COM – Sebanyak 193 lulusan SMA/SMK di Provinsi Lampung dinyatakan lolos seleksi tahap awal program pengiriman tenaga kerja vokasi ke Jepang.
Para peserta angkatan pertama tersebut selanjutnya akan mengikuti pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke Negeri Sakura dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., mengatakan ratusan peserta itu dinyatakan lolos setelah melalui proses screening yang ketat.
Menurut Thomas, tahapan seleksi mencakup pemeriksaan fisik, kesehatan, serta kesiapan mental sejak awal pendaftaran.
“Seleksi betul-betul kita perketat agar memenuhi persyaratan. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, tinggi badan, kepastian tidak buta warna, hingga riwayat patah tulang,” ujar Thomas, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, aspek mental juga menjadi perhatian utama agar para peserta benar-benar memiliki komitmen mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga keberangkatan ke Jepang.
“Mental mereka juga kita seleksi ketat agar saat masuk kelas minat vokasi betul-betul sungguh-sungguh dan tidak berhenti di tengah jalan,” lanjutnya.
Selain persyaratan fisik dan mental, Disdikbud Lampung juga memperkuat program pelatihan bahasa Jepang bagi para peserta. Jika sebelumnya pembelajaran bahasa hanya dilakukan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dua kali dalam sepekan, kini peserta diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa Jepang secara intensif setiap hari.
“Setiap hari mereka belajar bahasa Jepang secara fokus selama empat hingga lima bulan. Jadi yang betul-betul ingin berangkat ke Jepang harus fokus penuh,” tegas Thomas.
Thomas menjelaskan, sebanyak 193 peserta yang telah lolos tahap screening pertama akan menjalani pemantapan di LPK selama dua bulan. Setelah itu, mereka ditargetkan diberangkatkan ke Jepang pada September hingga Oktober 2026.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, Disdikbud Lampung terus berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan pihak LPK penampung. Koordinasi tersebut dilakukan guna menjamin legalitas, keamanan, serta perlindungan hak-hak para peserta selama bekerja di Jepang.
Program pengiriman tenaga kerja vokasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan SMA/SMK sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) asal Lampung yang memiliki daya saing di tingkat global.
“Kami ingin anak-anak Lampung tidak hanya membawa pulang ilmu dan pengalaman dari Jepang, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membangun daerahnya saat kembali nanti,” pungkas Thomas.Naskah ini telah dirapikan dengan bahasa jurnalistik yang lebih mengalir, ejaan disesuaikan dengan PUEBI, serta tanpa mengurangi substansi maupun kutipan narasumber. (rki/red)












