Dugaan Maladministrasi Penerimaan Dosen Non-PNS UNILA

Oleh: Mashuril Anwar, S.H., M.H. dan Suhendri, S.H., M.H.
Mashurilanwar97@gmail.com

INTAILAMPUNG.COM – Sejak awal aroma keanehan penerimaan dosen non-PNS Universitas Lampung (UNILA) sudah mulai tercium. Pasalnya, tenggat waktu penyelenggaraan tak sampai dua pekan. Berdasarkan Pengumuman Nomor: 8916/UN26/KP/2021, pendaftaran dibuka pada tanggal 26-29 Oktober 2021.

Selanjutnya, sesuai revisi pengumuman pada tanggal 25 Oktober 2021, hasil akhir diumumkan pada tanggal 10 November 2021.

Pada dasarnya maladministrasi merupakan bagian dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Merujuk pada ketentuan Pasal 11 Peraturan Ombudsman Nomor 26 tahun 2017 sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Ombudsman RI Nomor 48 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penerimaan, Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan, dugaan bentuk tindakan Maladministrasi penerimaan dosen non-PNS UNILA meliputi tindakan mengulur-ulur waktu, tidak transparan, dan sarana prasarana yang tidak profesional.

Berdasarkan Pengumuman Nomor: 8916/UN26/KP/2021 sebagaimana yang telah direvisi dengan Pengumuman Nomor: 9205/UN26/KP/2021, hasil seleksi berkas diumumkan pada tanggal 2 November 2021. Akan tetapi nyatanya hasil seleksi berkas baru diumumkan pada tanggal 3 November Tahun 2021 berdasarkan Pengumuman Nomor: 9205/UN26/KP/2021, melalui link https://bit.ly/PengumumanUnila.

Selanjutnya mengacu pada Pengumuman Nomor: 9205/UN26/KP/2021, pengumuman hasil tes kompetensi dasar diumumkan pada tanggal 6 November 2021. Akan tetapi, hasil tes kompetensi dasar baru diumumkan secara resmi pada tanggal 7 November 2021 berdasarkan Pengumuman Nomor: 9325/UN26/KP/2021 tertanggal 7 November 2021, melalui link https://www.unila.ac.id/hasil-tes-kompetensi-dasar-tkd-penerimaan-dosen-dan-tenaga-kependidikan-non-asn-universitas-lampung-tahun-2021/.

Penundaan waktu pengumuman hasil seleksi berkas dan hasil tes kemampuan dasar yang dadakan dan tanpa disertai surat pengumuman resmi tersebut tidak memberikan kepastian hukum kepada para pelamar, juga menimbulkan kesulitan khususnya bagi pelamar yang berada di luar Provinsi Lampung untuk mengikuti seleksi selanjutnya.

Lebih lanjut, Tes Kompetensi Dasar (TKD) tidak disertai standar baku penilaian untuk dapat dinyatakan lulus. Berdasarkan Pengumuman Nomor: 9325/UN26/KP/2021, pengumuman tersebut hanya mencantumkan nama peserta yang dinyatakan lulus. Namun, tidak disertai jumlah skor/nilai peserta yang dinyatakan tidak lulus.

  Pasien Covid Sembuh di Lampung Semakin Bertambah

Mengingat nilai TKD tidak keluar pada beberapa saat selesai tes dan diumumkan beberapa hari kemudian, maka ada dugaan kejanggalan di sini. Sama halnya dengan Pengumuman Nomor: 9471/UN26/KP/2021, hanya mencantumkan total nilai dan status kelulusan, tanpa disertai rincian nilai dalam setiap kegiatan tes yang meliputi micro teaching dan wawancara bagi pelamar dosen.

Lalu pada saat tes kompetensi dasar berlangsung, terjadi permasalahan yang mengakibatkan berubahnya jawaban beberapa peserta.

Menyikapi permasalahan tersebut, beberapa peserta diberikan waktu tambahan selama 10 (sepuluh) menit untuk mengerjakan ulang soal sebanyak 100 (seratus) buah. Kendala tersebut tentu merugikan peserta, karena waktu tambahan yang diberikan tidak proporsional dan tidak logis.

Menindaklanjuti dugaan maladministrasi tersebut, pada tanggal 12 November 2021 MA dan S dua diantara peserta seleksi telah mengirimkan surat keberatan dan surat permohonan keterbukaan informasi ke pihak kampus. Akan tetapi hingga tulisan ini dibuat, pihak kampus belum merespon surat tersebut. (rls/red)

Baca Juga

LAINNYA