APH Diminta Turun Tangan, Inilah Proyek Diduga Kuat Terindikasi KKN di Tulangbawang

 

Intailampung.com-Aparat Penegak Hukum seperti Kejaksaan Negeri Tulangbawang didesak proaktif mengusut proyek yang diduga korupsi kolusi nepotisme (KKN) di Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

Padanya LSM Gerakan Masyarakat Pemantau Pembangunan Lampung (Gamapela) membongkar dugaan penguasaan paket proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Tulangbawang oleh orang dekat Bupati Winarti dan Ketua DPRD Tuba Sopi’i Azhari. 

Sejumlah paket proyek tersebut dikuasi melalui dua orang anggota PDI-P Tuba  bernama Usmdan FR

“Gamapela mendapati sejumlah proyek beberapa dinas seperti PUPR Tulangbawang, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Bagian Umum dikuasi orang-orang dekat Bupati dan Ketua DPRD,” kata Tony Bakrie, Rabu (29/9/2021). 

Tony mengungkap paket proyek tersebut nilainya mencapai sekitar Rp 31 miliar terdiri lebih kurang 20 kegiatan.

“Dari pengaduan yang kami terima dua orang menawarkan beberapa paket proyek di dinas pendidikan, bagian umum, dan paling banyak di Dinas PUPR. Kami ada bukti perrcakapan dan data-data paket itu yang disampaikan kepada kami,” ungkapnya.  

Ia meminta Bupati Winarti dan Ketua DPRD Sopi’i Azhari serta Kadis PUPR Puncak Setiawan bersikap dan tidak mendiamkan kasus ini.

“Pejabat di tuba jangan diam saja ayo bersikap, kami mendorong  penegak hukum juga turun menindaklanjuti ini berdasarkan data awal dan informasi yang kami sampaikan,” tukasnya.

Apalagi kata dia, data ini disampaikan langsung rekanan yang pernah diiming-imingi proyek oleh dua orang tersebut dengan menyebut-nyebut sebagai orang dekat bupati dan Ketua DPRD Tuba.

Menurut Tony salahsatu kegiatan yang pernah disebut dan diakui dikerjakan orang dekat bupati dan ketua DPRD yakni Proyek Taman Simpang Penawar Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang senilai Rp 12,8 Miliar

Gamapela menuding proyek tersebut kental aroma KKN, karena ada pengakuan langsung orang dekat Bupati dan Ketua DPRD kepada rekanan yang menyebut proyek tersebut dikerjakan oleh mereka. 

“Patut diduga tendernya juga tidak sesuai aturan. Awalnya  yang menang PT TPCS, sedangkan perusahaan yang menawar paling rendah itu PT. Hagitasinar Lestarimegah.

Dua perusahaan ini sebenarnya rangking satu dan dua, nilainya penawarannya  sama persis hanya beda 44 poin. Tapi yang mengerjakan dan dapat kontrak malah PT. Talang Batu Berseri,” ungkap Tony Bakri. 

Selain itu berdasarkan data dan informasi yang diperolehnya, kuat dugaan proyek tersebut dikerjakan oleh beberapa perusahaan. 

“Kami juga mendapati fakta proyek itu dibagi-bagi, jadi memang yang menang PT. TBS, tapi itu kerjaan dibagi-bagi sama pemborong-pemborong lain. Ada yang ngerjain tamannya, ada yang buat taman bermain, ada yang buat danau buatan jadi istilahnya cak rata, bagi-bagi” tukasnya. 

Sampai saat ini progres proyek dengan Nomor Kontrak : 02/KTR/Taman Simpang Penawar/V.3-C/TB/V/2021. Tanggal Kontrak : 18 Mei 2021 dengan waktu pelaksanaan 210 hari kerja kalender, belum terlihat jelas, meskipun rekanan sudah mencairkan sejumlah dana. 

Sampai berita ini diturunkan Kadis PUPR Tulangbawang Puncak Setiawan belum berhasil dikonfirmasi. 

Tudingan LSM Gamapela di Bagian Umum Setda Pemkab Arianto belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan

Sekretaris Kabupaten Daerah Tulang Bawang Anthoni sebelumnya sudah angkat bicara terkait tudingan sejumlah proyek di Kabupaten yang diduga dikerjakan orang dekat Bupati Winarti dan ketua DPRD Sopi’i Azhari. 

Menurut Anthoni semua pekerjaan termasuk di Tulangbawang termasuk proyek  pembangunan Taman Simpang Penawar Rp 12,804  Miliar  sudah sesuai aturan. 

“Semua kegiatan sudah dikerjakan sesuai aturan,” ujar Anthoni saat ditanya awak media. 

Namun Anthoni tak berkomentar saat ditanya terkait dua nama oknum anggota PDIP Tuba yang  disebut-sebut menjadi broker proyek. 

Bupati Tulang Bawang Winarti dan Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Azhari pun masih enggan memberikan penjelasannya. Kedua pejabat tersebut saat dikonfirmasi melaui ponsel tak menjawab meskipun ponsel aktif.  

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Tulangbawang Abdul Latief Gunawan,S.T.  enggan berkomentar terkait dugaan proyek Proyek Taman Simpang Penawar  Kabupaten Tulangbawang yang dikerjakan orang dekat Bupati Winarti dan Ketua DPRD Tuba Sopi’i Azhari. 

Termasuk adanya tudingan pekerjaan tersebut dikerjakan secara beramai-ramai oleh sejumlah perusahaan Abdul Latief Gunawan pun tak mau berkomentar. 

“Kalau itu saya tidak bisa koment, saya berkontrak kerja dengan direkturnya saja,” ujar Abdul Latief saat dikonfirmasi awak media.

Abdul Latif menjelaskan sampai saat ini progres pekerjaan baru 30 persen dan pencairan uang kegiatan sudah 20 persen dari nilai proyek. Ia pun mengaku masih pekerjaan akan selesai sesuai jadwal.   

“Kalo soal selesai tepat waktu kita lihat saja ke depan. dan kita tunggu saja,” pungkasnya. (Bong)

Baca Juga

LAINNYA