Meresahkan, Limbah Kandang Sapi Putra Lempuyang Diduga Cemari Sumur Warga

INTAILAMPUNG.COM – Kandang sapi milik pengusaha ‘Gunawan’ di Kampung Putra Lempuyang, Way Pengubuan, Lampung Tengah, meresahkan warga.

Sebab, kandang sapi tersebut selain menimbulkan bau tak sedap, diduga juga telah mencemari sumur warga dan aliran irigasi yang ada di rumah-rumah warga setempat.

Saat sedang melakukan pengambilan gambar di seputaran lokasi kandang. Tim liputan sempat dikejar oleh seorang pekerja dari kandang tersebut, dan sempat menanyakan siapa narasumber media kami. Selanjutnya, tim liputan diajak berbincang di kantor perusahaan sapi yang bersangkutan.

Dalam perbincangan dengan saudara Bambang. Ia menanyakan kepada wartawan yang turun kelapangan atas dasar suruhan siapa, untuk meliput lokasi kandang yang menurut warga telah meresahkan di seputaran kandang.

Saat ingin dikonfirmasi, Pak Bambang tidak berkenan. Dengan alasan, karena harus sepengetahuan pemilik kandang tersebut.

Ia beralasan, bahwa dirinya hanya pekerja biasa. Dan ia sempat menyampaikan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup sudah sempat datang ke kandang. Namun, ia tidak menceritakan hasil dari datangnya pihak Dinas Lingkungan Hidup.

Kami mencoba mengkonfirmasi pak Gunawan langsung. Sangat di sayangkan orang yang bersangkutan berasalan bahwa Gunawan yang kami hubungi bukan Gunawan yang dimaksud dan salah sambung.

Pada saat tim melakukan penelurusan ternyata memang limbah dari kandang tersebut di buang melalui irigasi yang hanya di tutupi dengan asbes. Dan dialirkan ke siring-siring warga yang berada di depan rumah.

Setelah tim mencoba untuk menelusuri lebih lanjut, ternyata limbah tersebut sudah masuk ke aliran sungai kecil yang menyebabkan air sungai sampai menghitam dan berwarna pekat.

Untuk meyakinkan bahwa sungai tersebut memang di masuki oleh limbah kandang yang bersangkutan. Tim liputan mencoba mengkonfirmasi salah satu warga. Namun, ia ingin identitasnya dirahasiakan, agar aman dan tidak ada ancaman dari pihak dari pemilik kandang.

  MPLP Perpustakaan Berjalan dan Tempat Daur Ulang Limbah

Warga yang enggan di sebut namanya ini, menyampaikan bahwa pemilik kandang merupakan seorang pengusaha dari Bandar Lampung.

“Ia mas jadi kandang ini yang
saya tahu milik seorang pengusaha atas nama Gunawan, orang dari Bandar Lampung. Namun pastinya tinggal dimana saya kurang paham,” ucapnya.

Sementara saat ditanya, Apa yang membuat warga resah ?

Dia menyampaikan, bahwa warga resah disebabkan karena bau limbah dari kotoran sapi yang menyengat dan banyak sumur – sumur warga yang tercemar.

“Ya kami resah dengan bau yang menyengat, terus sumur-sumur warga tercemar. Sehingga air sumur pribadi warga tidak dapat di konsumsi, karena warna air dan kandungannya sangat berbayaha untuk di konsumsi,” ungkapnya.

Ditanya apakah warga sempat berkomunikasi dengan pihak perusahaan ?

Ia menjawab, bahwa warga pernah melakukan komunikasi dengan pihak pemilik kandang. Namun, hal ini sepenuhnya telah di wakilkan oleh lurah setempat, tapi belum ada solusi yang tepat.

“Ya kami sempat memberikan kepercayaan kepada pak lurah untuk berkomunikasi, yang kami tahu ada bantuan sumur bor yang di peruntukkan kepada warga,” terangnya.

Harapannya apa kepada pihak pemilik kandang?

“Ya kami berharap agar dapat memperbaiki aliran limbah dari kandang, karena tempat kami bau kotoran sapi yang berasal dari limbah. Dan kami berharap agar pihak pemerintah dapat melihat apa yang terjadi pada kami. Agar semua ini dapat di perbaiki dan tidak menganggu kenyaman warga,” bebernya.

Yang jelas, tambahnya, masyarakat meminta kepada pemerintah untuk turun lapangan, dan mengecek kondisi yang terjadi. Pihaknya juga berharap kepada pemilik perusahan dapat memperbaiki aliran limbah, agar limbah tertangani dengan baik dan tidak mencemari lingkungan.

“Inikan sangat merugikan masyarakat, pihak perusahaan yang dapat untungnya kami yang kena limbahnya mas,” celotehnya.

  Ruang Pusat Komando Pengendalian Covid-19 Lamteng Diresmikan

Sementara, Kepala Kampung Putra Lempuyang beralasan sedang menghadiri rapat di Kecamatan Punggur Lampung Tengah, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan. (tim/intai).

Baca Juga

LAINNYA